Image

Waduh Utang Luar Negeri Naik Lagi, Sekarang Sudah Rp4.336 Triliun

Trio Hamdani, Jurnalis · Senin 17 Juli 2017, 21:10 WIB
https img okeinfo net content 2017 07 17 20 1738520 waduh utang luar negeri naik lagi sekarang sudah rp4 336 triliun KbIRmVLYcy jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) baru saja merilis data Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia yang berasal dari sektor swasta dan pemerintahan. Tercatat, pada Mei 2017, Utang Luar Negeri Indonesia sebesar USD333,6 miliar atau sekira Rp4.336,8 triliun, tumbuh 5,5% (year on year/yoy).

BI mencatat, Posisi ULN sektor publik pada Mei 2017 tercatat USD168,4 miliar atau 50,5% dari total ULN dan tumbuh 11,8% (yoy), serta lebih tinggi dari 9,2% (yoy) pada bulan sebelumnya.

Sementara itu, ULN sektor swasta tercatat USD165,2 miliar atau 49,5% dari total ULN, dan mengalami penurunan 0,1% (yoy), serta lebih kecil ketimbang penurunan pada April 2017 yang sebesar 3,2% (yoy).

Dalam rilis yang diterima, Senin (17/7/20117), BI menilai, menurunnya ULN swasta disebabkan oleh ULN lembaga keuangan baik bank maupun lembaga keuangan bukan bank, sementara ULN swasta non keuangan atau perusahaan bukan lembaga Keuangan meningkat.

Berdasarkan jangka waktu asal, ULN berjangka panjang tumbuh 4,4% (yoy), lebih tinggi ketimbang pertumbuhan April 2017 sebesar 1,4% (yoy). ULN berjangka pendek juga tumbuh 13,6% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan April 2017 sebesar 12,4% (yoy).

Posisi ULN berjangka panjang tercatat sebesar USD289,2 miliar (86,7% dari total ULN), terdiri dari ULN sektor publik sebesar USD165,1 miliar (57,1% dari total ULN jangka panjang) dan ULN sektor swasta sebesar USD124,1 miliar (42,9% dari total ULN jangka panjang).

Dari sisi ULN berjangka pendek tercatat USD44,4 miliar (13,3% dari total ULN), terdiri dari ULN sektor swasta sebesar USD41,1 miliar (92,6% dari total ULN jangka pendek) dan ULN sektor publik sebesar USD3,3 miliar (7,4% dari total ULN jangka pendek).

Dari sektor ekonomi, BI memandang, posisi ULN swasta pada akhir Mei 2017 terkonsentrasi di sektor keuangan, industri pengolahan, pertambangan, dan listrik, gas, dan air bersih. Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 76,7%.

Bila dibandingkan dengan April 2017, pertumbuhan tahunan ULN sektor industri pengolahan dan sektor listrik, gas & air bersih mengalami peningkatan. Di sisi lain, ULN sektor keuangan dan sektor pertambangan masih mengalami kontraksi pertumbuhan.  BI memandang perkembangan ULN pada Mei 2017 tetap sehat, namun terus mewaspadai risikonya terhadap perekonomian nasional.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini