Image

Duh, Pembangunan Jaringan Pipa Gas Gresik-Semarang Terkendala Pembebasan Lahan

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 17 Juli 2017, 17:44 WIB
https img k okeinfo net content 2017 07 17 320 1738336 duh pembangunan jaringan pipa gas gresik semarang terkendala pembebasan lahan 5bOgqwYQaN jpg Ilustrasi: reuters

JAKARTA - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memaparkan progres pembangunan pipa gas yang sedang berjalan ke Komisi VII DPR RI. BPH Migas mencatat ada proyek-proyek yang sedang berjalan yakni pipa Gresik Semarang, pipa Gresik Pusri, pipa Duri Dumai, dan PK 52 Tanjung Batu.

Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa menerangkan, untuk pipa Gresik Semarang, semestinya pembangunan sudah selesai dengan jadwal Mei 2017. Namun demikian, pembangunan yang dilakukan oleh PT Pertagas sampai sekarang masih terkendala pembebasan lahan.

"Jadi progres pipa tertanam baru 77,6 km (kilometer) dari 266,28 km baru 29%, engineering 93%, pengadaan 99%, konstruksi 37,5%. Kendala pembebasan lahan, lahan belum bebas 60 km target selesai di pertengahan Mei 2017. Ini karena terdapat crossing pipa yang membebani usaha lain, dan ada ditemukan pipa TBBM," ujarnya di ruang rapat Komisi VII DPR, Jakarta, Senin (17/7/2017).

Sebagai tindak lanjut, BPH Migas meminta Pertagas untuk menambah tim percepatan pembebasan lahan dan meminta komitmen supaya proyek segera selesai. Pasalnya, proyek ini dilelang pada 2006.

Kemudian, untuk progres pembangunan pipa transmisi Gresik Pusri, dia menerangkan, pipa milik PT Pertagas dengan panjang 176 km, sampai saat masih dalam progres. Adapun pada saat proses lelang telah EPC ditetapkan PT Rekaya Industri sebagai pelaksana pembangunan pipa.

"Ini (kendala pembangunan) yang masih izin prinsip dari Provinsi Sumatera Selatan, jadi ada nonteknis perlu dibantu. Untuk pembebasan lahan, walaupun lahan ikuti pipa pertamina. Ada crossing pipa milik Conoco Philips dan tunggu persetujuan izin prinsip," ujarnya.

Sementara itu, untuk pembangunan pipa transmisi Duri Dumai, jaringan pipa 67 km terus dalam progres. PGN dan Pertagas yang ditugaskan bersama-sama mengembangkan pembangunan pipa ini terus menunjukkan komitmen penyelesaiannya.

"Kemudian pipa PK 52 Tanjung Batu, PLN (ambil alih penugasan dari Pertamina) akan melaksanakan pembangunan pipa 52 ke Tanjung Baru untuk keperluan listrik Kalimantan Timur. Diharapkan akhir 2017 pembangunan pipa sudah bisa dilaksanakan. Ini 16 inci pipa sepanjang 55 km," tuturnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini