Image

Impor Migas Turun, Menteri Jonan: Produksi Pertamina Naik tapi Enggak Banyak

Dedy Afrianto, Jurnalis · Senin 17 Juli 2017, 20:13 WIB
https img o okeinfo net content 2017 07 17 320 1738487 impor migas turun menteri jonan produksi pertamina naik tapi enggak banyak U3rk9WVPvx jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia surplus pada Juni lalu sebesar USD1,63 miliar. Pada sektor minyak dan gas (migas), tercatat impor mengalami penurunan sebesar 0,38% dibandingkan Mei 2017, atau sebesar USD1,29 miliar.

Sementara itu, pada sektor impor migas, BPS mencatat nilainya mencapai USD1,61 miliar. Realisasi impor ini turun 9,79% dibandingkan Mei 2017 lalu. Nilai impor ini juga turun dibandingkan Juni tahun lalu sebesar 8,8%.

Khususnya untuk impor migas, penurunan nilai impor ini memang cukup menarik. Pasalnya, pada bulan Juli lalu terdapat libur Lebaran dan arus mudik yang seharusnya menyebabkan tingginya permintaan pada sektor migas.

Menanggapi hal ini, Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan bahwa memang ada kenaikan dari sisi produksi Pertamina. Namun, tak ada kenaikan signifikan dibandingkan produksi tahun lalu.

"Naik, tapi enggak banyak, enggak sampai 10% lah dibanding tahun lalu. Demand-nya memang turun saja," kata Jonan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/7/2017).

Penurunan permintaan juga turut mendorong penekanan impor migas. Hal inilah yang menyebabkan impor migas pada bulan Juni mengalami penurunan.

"Impor minyak mentah kalau ada perbaikan dari sisi produksi di kilang-kilang, dia bisa menggunakan hasil produksi dalam negeri lebih banyak. Kalau minyak jadi, jika demand-nya turun maka impornya akan turun," jelasnya.

Sementara itu, pada sektor gas, penurunan impor ini juga disebabkan karena peningkatan produksi dalam negeri. Untuk itu, impor pun tak banyak dilakukan sepanjang bulan Ramadan dan Lebaran lalu.

"Gas itu, Domestic Market Obligation (DMO) gas itu memang kami perbesar, kami dorong penggunaan gas dalam negeri sepanjang harganya kompetitif dengan gas dari luar negeri," ujarnya.

Sepanjang Lebaran, konsumsi BBM tidak mengalami kenaikan signifikan. Salah satu sebabnya adalah karena adanya pelarangan truk barang melintas di jalur mudik.

"Kalau mudik Lebaran konsumsi naik tidak juga, solar itu turun hampir 20% sewaktu Lebaran karena truk tidak jalan. Premium hampir flat, malah turun 2% year-on-year, Pertamax, Pertamax Plus itu naik, Pertadex itu juga naik," jelasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini