Image

Utang Luar Negeri Tembus Rp4.336,8 Triliun, BI Minta Swasta Berbenah Diri

Ulfa Arieza, Jurnalis · Selasa 18 Juli 2017, 16:58 WIB
https img z okeinfo net content 2017 07 18 20 1739147 utang luar negeri tembus rp4 336 8 triliun bi minta swasta berbenah diri QqBoG7F5Eg jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Posisi Utang Luar Negeri (ULN) per Mei, yang terdiri dari utang sektor swasta dan pemerintah tercatat sebesar USD333,6 miliar atau sekira Rp4.336,8 triliun. ULN Indonesia tumbuh 5,5% secara year on year (yoy).

Dengan adanya pertumbuhan utang, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, mengupayakan penambahan utang selanjutnya lebih selektif. Baik dari segi jangka waktu hingga penggunaan utang. 

"Kita tentu mengupayakan kalau ada penarikan utang, itu dengan jangka waktu yang cukup dan manajemen yang baik," ujarnya di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (18/72017).

Meskipun demikian, Agus Marto menegaskan bahwa kondisi utang Indonesia masih dalam posisi aman. Rasio utang terhadap GDP masih berada di kisaran 28%-29% yang artinya masih jauh dari batas rasio utang terhadap GDP yang ditentukan UU keuangan negara, yaitu tidak lebih dari 60%. "Secara rasio total utang terhadap GDP masih aman," ujarnya.

Sementara itu, mengenai utang sektor swasta yang mengalami penurunan, dia menghimbau perusahaan swasta memperbaiki tata kelola utang perseroan dan membatasinya. Pasalnya, rasio utang yang semakin kecil akan menekan risiko finansial. "Perusahaan yang belum mengelola utangnya dengan baik agar memperbaiki," jelas dia.

Sebagai catatan, pada Mei 2017, Utang Luar Negeri Indonesia sebesar USD333,6 miliar atau sekira Rp4.336,8 triliun, tumbuh 5,5% (yoy).  BI mencatat, Posisi ULN sektor publik pada Mei 2017 tercatat USD168,4 miliar atau 50,5% dari total ULN dan tumbuh 11,8% (yoy), serta lebih tinggi dari 9,2% (yoy) pada bulan sebelumnya.

Sementara itu, ULN sektor swasta tercatat USD165,2 miliar atau 49,5% dari total ULN, dan mengalami penurunan 0,1% (yoy), serta lebih kecil ketimbang penurunan pada April 2017 yang sebesar 3,2% (yoy).

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini