Image

Riset Saham First Asia Capital: Derasnya Arus Dana Asing Keluar, Tahan laju IHSG

Ulfa Arieza, Jurnalis · Selasa 18 Juli 2017, 07:54 WIB
https img z okeinfo net content 2017 07 18 278 1738671 riset saham first asia capital derasnya arus dana asing yang keluar laju ihsg tertahan fCNwdyhXEj jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

JAKARTA - Melanjutkan perdagangan hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan bergerak bervariasi dalam rentang terbatas. IHSG diperkirakan bergerak di kisaran support 5.810 hingga resisten di 5.870 berpeluang menguat terbatas.

Analis First Asia Capital David Sutyanto menilai, kuatnya arus dana asing yang keluar dari pasar, menjadi tantangan penguatan IHSG.

Namun demikian, David mengatakan sentimen pasar masih bullish di tengah ekspektasi positif atas pencapaian laba emiten sektoral pada kuartal II-2017.

"Selain itu Rupiah yang cenderung menguat di Rp13.300 juga akan menjadi katalis positif di pasar," ujarnya dalam riset tertulis, Selasa (18/7/2017).

Sementara itu di tengah tren bullish pasar saham global dan kawasan, IHSG kemarin kembali bergerak dalam tren konsolidasi dengan rentang terbatas.

Sempat terkoreksi, namun di akhir sesi berhasil tutup di teritori positif, naik 9,485 poin (0,16%) di 5.841,280. Perdagangan berlangsung dengan volume dan nilai transaksi relatif tipis dan asing masih mencatatkan penjualan bersih.

Nilai transaksi di Pasar Reguler kemarin hanya mencapai Rp3,9 triliun dan pemodal asing mencatatkan penjualan bersih Rp171,7 miliar.

" Rendahnya resiko pasar global terkait kekhawatiran kebijakan uang ketat bank sentral AS, pelemahan dolar AS, dan penguatan harga komoditas tambang menjadi sentimen positif di pasar saham," papar David.

Penguatan IHSG kemarin, kata dia, terutama ditopang aksi beli atas saham-saham pertambangan menyusul rebound harga komoditas logam dan kenaikan lanjutan harga batubara. Sentimen positif atas saham tambang ini turut ditopang meningkatnya kepercayaan pasar atas prospek pertumbuhan ekonomi global yang ditopang oleh perekonomian AS dan China.

Adapun saham - saham yang menjadi rekomendasi First Asia Capital antara lain BBRI, BDMN, TLKM, INCO, HRUM, ADRO, PTBA, TINS, PTPP, MNCN.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini