Image

Kembangkan UMKM, Indonesia Re Siapkan Rp19 Miliar

Agregasi Selasa 18 Juli 2017, 14:11 WIB
https img okeinfo net content 2017 07 18 320 1738917 kembangkan umkm indonesia re siapkan rp19 miliar 7zglqXEj3p jpg Ilustrasi: Okezone

JAKARTA - Perusahaan reasuransi Indonesia, Indonesia Re, menganggarkan dana lebih dari Rp19 miliar untuk membantu mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) tahun 2017.

PKBL & CSR Group Head Indonesia Re Fredi Aries Setiawan mengatakan, hadirnya Indonesia Re dalam kegiatan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) adalah bagian dari upaya perusahaan pelat merah ini dalam membantu wujudkan capacity building dan kemandirian UMKM di seluruh Indonesia.

"PKBL ini sangat penting untuk mengembangkan UMKM dan bisnis warga di seluruh daerah. Keterlibatan Indonesia Re sebagai bentuk dukungan untuk memajukan ekonomi nasional," kata Fredi, seperti dikutip Antara, Senin 17 Juli 2017. Melalui PKBL, lanjut Fredi, para mitra binaan tak hanya dipinjamkan modal kerja, tapi juga dibina dan dilatih, agar dapat menjalankan usaha mereka secara mandiri ke depannya. "Mitra binaan akan mendapatkan pelatihan, pengembangan usaha, dan, tak kalah penting, pembentukan koperasi sebagai wadah jual-beli hasil usaha mereka," kata Fredi.

Kerjasama dengan PNM Indonesia Re bekerjasama dengan Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam menggelar PKBL guna wujudkan Sinergi BUMN yang berfokus pada capacity building UMKM di seluruh Indonesia. "Karena kami tidak memiliki kantor cabang, kerjasama dengan PNM memungkinkan kami mendapatkan mitra binaan yang tepat dari seluruh pelosok Indonesia," lanjut Fredi.

Ditemui di kesempatan terpisah, Officer Program Comdev BUMN PNM Ronald Rama Lesmana Mengatakan, kerjasama dengan Indonesia Re merupakan salah satu bentuk Sinergi BUMN yang dapat langsung dirasakan masyarakat, khususnya UMKM. "Semoga kerjasama ini dapat berlangsung lama sehingga manfaat dari Sinergi BUMN dapat berimbas secara positif terhadap perkembangan UMKM di seluruh Indonesia," tutur Ronald.

Setelah sukses menyelenggarakan PKBL di Jawa Tengah dan Yogyakarta pada tahun lalu, kini Indonesia Re merambah provinsi Jawa Timur, Riau, Sumatera Barat, dan Bali. Fredi berharap agar ada lebih banyak UMKM dari berbagai pelosok daerah tersentuh oleh PKBL karena peran UMKM yang begitu potensial namun masih belum tergali karena keterbatasan dana dan kemampuan. "Harapan kami tentu para mitra binaan kami tak hanya dapat mandiri dalam usahanya, tapi juga dapat menyokong perekonomian di daerahnya masing-masing," ungkap Fredi.

Seperti diketahui, reasuransi adalah perusahaan yang mengasuransikan perusahaan asuransi. Reasuransi memiliki peran fundamental sehingga apabila sebuah perusahaan asuransi tidak mereasuransikan premi mereka, maka perusahaan asuransi tersebut berpotensi bangkrut karena besarnya risiko beban klaim. Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia Julian Noor mengatakan, perusahaan asuransi harus menyebarkan risiko (spreading of risk) yang tidak mampu diembannya sendiri (own retention). "Oleh karena itu, reasuransi menjadi kebutuhan bagi perusahaan asuransi untuk menyebarkan risiko," ujar Julian.

Corporate secretary Indonesia Re Novis Asria mengatakan, sama halnya seperti nasabah pemegang polis yang membagikan risiko mereka ke perusahaan asuransi, posisi perusahaan reasuransi hadir untuk memproteksi perusahaan asuransi dari kemungkinan klaim yang begitu besar. Novis mencontohkan kejadian banjir besar di Jakarta pada Januari 2013, saat begitu banyak kerugian baik berupa properti maupun kendaraan bermotor. Hal ini menghasilkan nilai klaim yang sangat besar bagi perusahaan asuransi dan tentunya menjadi beban keuangan yang harus dikelola dengan baik.

Di sinilah peran perusahaan reasuransi berada, untuk berbagi risiko yang diemban perusahaan asuransi tersebut. "Perusahaan reasuransi berperan sebagai recovery bagi perusahaan asuransi dalam menangani klaim nasabah," pungkas Novis.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini