Image

Soal Redenominasi Rupiah, Sri Mulyani: Kondisi Perekonomian saat Ini Mendukung

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Selasa 18 Juli 2017, 16:42 WIB
https img okeinfo net content 2017 07 18 320 1739126 soal redenominasi rupiah sri mulyani kondisi perekonomian saat ini mendukung NqxJ5RARDK jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) berharap implementasi redenominasi atau penyederhanaan nilai mata uang Rupiah bisa masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2017. Pasalnya, BI menilai seluruh persiapannya sudah siap untuk bisa segera menjalankan redenominasi ini di Indonesia.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Rancangan Undang-Undang Redenominasi (RUU) akan segera diajukan kepada Badan Legislasi (Baleg) DRP RI. Namun, ia menjaga dan melihat kondisi terlebih dahulu agar RUU ini tidak menggangu perekonomian Indonesia.

Sri Mulyani mengatakan, dalam masa transisi yang lama nanti, jangan sampai menggangu aktivitas ekonomi, kebijakan fiskal, neraca pembayaran, dan moneter harus tetap terjaga aman. Ia pun menilai tahun ini waktu yang tepat melihat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang sudah terjaga dengan baik.

"Kan APBN kita waktu itu sudah dianggap kembali memiliki kredibilitas dan realistis sehingga kita bisa mendapatkan investment grade. Neraca pembayaran kita juga sudah mulai menunjukkan penguatan dari sisi neraca perdagangan dan current account dan capital account. Kalau policy kita tetap konsisten, kondisi ekonominya tetap terjaga, pasti akan bisa menuju ke hal yang positif," ungkap Sri Mulyani di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (18/7/2017).

Sebelumnya Anggota Komisi XI DPR RI, Misbakhun mengatakan pihaknya sudah bertemu dan berdiskusi dengan pihak BI. Pertemuannya semalam dalam Focus Group Discussion (FGD) menyimpulkan akan membahasnya untuk masuk Prolegnas dan akan diajaukan di Badan Anggaran.

"Pembahasan redenominasi ini kan kita awali dengan perubahan Prolegnas prioritas tahun 2017. Perubahan Prolegnas ini kita akan rapatkan di Baleg, dan setelah Baleg memutuskan, itu baru akan menjadi Prolegnas Prioritas 2017. Begitu sudah diubah, itu kan usulan pemerintah, nanti kita bahas," jelasnya.

Menurutnya, sebelum masuk ke Banggar, RUU sebelumnya akan dimasukkan ke Badan Musyawarah terlebih dahulu untuk menentukan apakah akan dibahas di Komisi XI, dibahas oleh Panitia Khusus atau di Baleg.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini