Image

Ada Relaksasi Aturan, Nasib Pekerja Sektor Kehutanan Riau Tetap Terancam

ant, Jurnalis · Selasa 18 Juli 2017, 17:12 WIB
https img k okeinfo net content 2017 07 18 320 1739180 ada relaksasi aturan nasib pekerja sektor kehutanan riau tetap terancam uQCNKmUNIj jpg (Foto: Ant)

JAKARTA – Aturan baru menteri lingkungan hidup dan kehutanan dinilai belum menghapus ancaman PHK terhadap para pekerja industri kehutanan. Pemerintah sebelumnya yang mengeluarkan aturan relaksasi atas industri kehutanan.

Pemerintah telah menerbitkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) P.40/2017 tentang fasilitasi pemerintah pada usaha hutan tanaman industri dalam rangka perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut atau dikenal sebagai permen land swap.

Ketua SPSI Riau Nursal Tanjung mengatakan, permen land swap tersebut tidak menyelesaikan permasalahan yang ditimbulkan di Permen P.17/2017. Menurutnya, land swap mungkin bisa sedikit mengurangi kerugian pengusaha, namun tidak bagi pekerja.

“Land swap itu, di mana lahannya kalau di Riau yang 60% gambut. Kalau perusahaan mendapat land swap ke daerah lain, memindahkan sekian pekerja itu bukan perkara mudah, nasib pekerja tetap akan terancam,” ujar Nursal, Selasa (18/7/2017).

Permen LHK P.40/2017, ditandatangani 4 Juli 2017 dan mulai di sosialisasikan 13 Juli lalu, merupakan aturan lanjutan dari serangkaian aturan yang dikeluarkan Menteri LHK mengenai pengelolaan lahan gambut.

Dalam Permen LHK P.40/2017 terdapat tiga fasilitas yang diberikan pemerintah terhadap dunia usaha hutan tanaman industri. Pertama, fasilitas dukungan penanganan dan penyelesaian konflik. Kedua, Fasilitas dalam rangka Perhutanan Sosial. Ketiga, Fasilitas pemberian areal lahan usaha pengganti (land swap).

Permen P.40/2017 juga mengatur tata cara pengajuan land swap, bagi pemegang IUPHHK-HTI yang terkena dampak PP.57 tahun 2016 tentang tentang perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut dan Permen LHK P.17/2017 tentang tentang Pembangunan Hutan Tanaman Industri .

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini