nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pesan Presiden ke Bupati soal APBD: Jangan Monoton!

Dedy Afrianto, Jurnalis · Rabu 19 Juli 2017 14:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 07 19 20 1739804 pesan-presiden-ke-bupati-soal-apbd-jangan-monoton-oKtnLnGPPz.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Indonesia merupakan negara yang dianugerahi berbagai kekayaan alam dan sumber daya manusia dalam jumlah yang besar. Hanya saja, kekayaan ini seringkali tidak dimanfaatkan secara optimal oleh Indonesia.

Hal ini diungkapkan oleh Jokowi dalam rapat kerja nasional (rakernas) Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) dan APKASI Otonomi Expo Tahun 2017. Rakernas ini diadakan di Jakarta Convention Center.

"Sekali lagi dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, kita diberikan kodrat hidup di tengah-tengah alam yang indah, di tengah budaya yang beragam, di tengah sumber daya yang luar biasa, inilah keunggulan kita," kata Jokowi di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (18/7/2017).

 Baca juga: Penyerapan APBD 2017 Diminta Dipercepat

Oleh sebab itu, setiap daerah harus memanfatkan potensi yang dimiliki. Jokowi juga meminta agar tak lagi ada 'pembagian' APBD pada setiap dinas di pemerintah daerah jika adanya penambahan penerimaan anggaran.

"Kalau kerja itu fokus saja. Jangan semuanya dikerjain. Sudah gaya lama. Punya tambahan anggaran Rp100 miliar, semua dinas dibagi rata, jangan seperti itu," kata Jokowi.

Jokowi meminta agar sebagian besar dari dana penambahan APBD dapat dimanfaatkan pada sektor produktif. Pemerintah daerah pun dituntut untuk kreatif dalam memanfatkan anggaran setiap tahunnya.

"Kalau ada tambahan kenaikan APBD misalnya Rp100 miliar, fokuskan saja 60 sampai 70% ke apa yang menjadi kekuatan dan unggulan setiap daerah. Berarti Rp60 (miliar), Rp70 miliar tadi arahkan ke sana. Jangan sekali lagi dibagi-bagi, sudah kuno banget itu," tegas Jokowi.

Pernyataan Jokowi ini memperoleh sambutan antusias dari para hadirin. Jokowi pun menekankan bahwa para kepala daerah tidak hanya dapat bekerja secara monoton.

"Tepuk tangan berarti setuju. Karena memang kita ini harus berubah. Sekali lagi jangan rutinitas, jangan monoton, jangan linear," ujar Jokowi.

Pemerintah daerah juga diminta untuk fokus pada pengembangan sektor-sektor tertentu sesuai potensi daerah. Dengan begitu, APBD dapat digunakan dengan fokus pada sektor tertentu.

"Setiap saya ke daerah, saya lihat potensi-potensi ini besar sekali, jangan semua diinginin, jangan. Beli satu atau dua unggulan, maksimal dua, tapi fokus betul sehingga menjadi brand daerah. APBD nya kecil, semuanya pingin dikerjain. Jadinya setiap tahun baunya saja enggak kelihatan, apalagi fisiknya. Hanya rutinitas saja kalau seperti itu kita terus-teruskan, enggak memunculkan sebuah lompatan-lompatan," kata Jokowi.

Jokowi pun pada akhir sambutannya menitipkan sebuah pesan khusus pada seluruh Bupati yang hadir dalam acara rapat kerja nasional ini. Jokowi meminta agar setiap kepala daerah dapat memiliki etos kerja dan moralitas yang sangat baik dalam memimpin sebuah daerah.

"Terakhir, karena yang hadir di sini adalah orang-orang yang sangat menentukan maju tidaknya daerah, saya titip. Selama ini panggung kita terutama panggung politik kita terlalu banyak didominasi oleh jiwa-jiwa yang kosong, jiwa-jiwa yang kering. Kita harus menyadari, sadarlah bahwa sekarang ini dibutuhkan jiwa-jiwa yang mulia. Jiwa-jiwa yang memiliki integritas, kejujuran, memiliki etos kerja yang baik, memiliki moralitas yang baik, memiliki disiplin yang baik, memiliki akal budi yang baik. Untuk apa? Untuk menghantarkan bangsa negara yang kita cintai ini, Indonesia, maju, dan sejahtera," tutupnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini