Walah! Rp2 Triliun Belum Disetujui, KAI Minta PMN Lagi Rp3,6 Triliun

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Rabu 19 Juli 2017 17:55 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 19 20 1740058 walah-rp2-triliun-belum-disetujui-kai-minta-pmn-lagi-rp3-6-triliun-oPVSdk9FdC.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp2 triliun untuk PT Kereta Api Indonesia (KAI). Penambahan ini dimasukkan ke Penanaman Modal Negara (PMN) yang akan digunakan untuk menambah anggaran Light Rapid Transit (LRT) Jabodebek.

Sekretaris Menteri BUMN Iman Aprianto Putro mengatakan, pemerintah sangat berharap penambahan usulan anggaran yang semula diperuntukkan bagi Trans Sumatera Rail Way bisa dialihkan ke LRT Jabodebek.

"Negara tidak punya kemampuan untuk mendanai seluruh pembangunan LRT selama tiga tahun, untuk itu kami mencari celah melalui pendanaan korporasi. Kami berharap PMN bisa disetujui untuk menambah ekuitas PT KAI," ungkapnya di Ruang Rapat Komisi VI, Jakarta, Rabu (19/7/2017).

Setelah mengusulkan PMN Rp2 triliun untuk dimasukkan ke RAPBNP tahun 2017, BUMN juga kembali berencana meminta persetujuan Komisi VI untuk PMN PT KAI selanjutnya sebesar Rp3,6 triliun yang akan diusulkan di APBN 2018.

"Karena APBN tidak mampu biayain maka kita ajukan PMN Rp5,6 triliun. Untuk 2017 sebesar Rp2 triliun dan tahun 2018 nanti kita rencana mengajukan Rp3,6 triliun," ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Adhi Karya, Budi Harto mengatakan saat ini progres pembangunan konstruksi prasarana LRT sudah mencapai 17,5%. Selain itu, dana yang sudah terpakai sebesar Rp3,7 triliun yang berasal dari Penyertaan Modal Negara (PMN) Adhi Karya senilai Rp1,4 triliun dan Rp2,3 triliun merupakan dana talangan Adhi Karya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini