nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ibu Kota Pindah, Sektor Properti di Kalimantan Bakal Terangkat?

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 19 Juli 2017 16:52 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 07 19 470 1739994 ibu-kota-pindah-sektor-properti-di-kalimantan-bakal-terangkat-JnagaXI4aV.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Pemerintah tengah serius untuk melakukan kajian terkait wacana pemindahan ibu kota Indonesia ke Kalimantan. Saat ini sudah ada 3 provinsi yang digadang-gadang akan menjadi pusat pemerintahan Indonesia.

Head of Retail JLL Cecilia Santoso mengatakan, dengan pemindahan ibu kota, maka akan berdampak positif terhadap industri properti yang ada di sana. Bahkan daerah sekitar pun akan merasakan dampak dari pemindahan ibu kota tersebut.

Seperti adanya peningkatan aktivitas perumahan, fasilitas komersial, hingga fasilitas pendukung lainya. Meskipun begitu, pihaknya tidak bisa memastikan berapa nilai konkret dari pengaruh pemindahan ibu kota negara tersebut.

"Cuma seberapa terangkatnya kita belum bisa identifikasi cuma yang pasti dengan adanya pusat kegiatan itu akan perlu ada perumahan, fasilitas komersial dan fasilitas lainya yang bisa dapat mendukung itu," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (19/7/2017).

(Baca Juga: Palangkaraya Jadi Ibu Kota? Ini Kelebihan dan Kekurangannya!)

Menurut Cecilia, diperlukan konektivitas yang jelas antara pusat bisnis di Jakarta, Surabaya, atau Medan dengan pusat pemerintahan. Sehingga lagi-lagi diperlukan pembangunan infrastruktur yang memadai sebagai fasilitas pendukungnya.

Karena jika berkaca di negara-negara maju yang telah lebih dahulu memindahkan ibu kotanya, konektivitasnya justru lebih lancar. Sehingga Indonesia bisa meniru negara-negara tersebut sebagai referensi untuk memindahkan pusat pemerintahan.

"Rencana pemindahan ibu kota ya kalo memang kita lihat negara lain yang sudah maju itu ibu kota pemerintahan dan bisnis memang beda kalu kita lihat di Australia misal Canberra sama Sydney, di Amerika ada New York dan Washington DC. Itu memang diputuskan begitu. Cuma kalau kita memang perlu perhatikan adalah konektivitas kepada pusat bisnisnya di Jakarta," kata Cecilia.

Menurutnya, para investor maupun pebisnis biasanya melihat kondisi infrastruktur. "Perlu juga dekat dengan regulator atau terhadap pemerintahan. Kalau kita lihat di negara lain bedanya enggak terlalu dan jaraknya juga enggak terlalu jauh. Jadi mungkin connectivity-nya saja itu yang mesti dilihat," tukasnya.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini