Demi Jamaah Haji, Kimia Farma Ekspansi ke Arab Saudi

ant, Jurnalis · Kamis 20 Juli 2017 15:13 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 20 278 1740658 demi-jamaah-haji-kimia-farma-ekspansi-ke-arab-saudi-2A7MO46G1C.jpg Ilustrasi: (Foto: Reuters)

JAKARTA - PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan Al Dwaa Medical Company, anak perusahaan dari Marei Binmahfouz Grup di Arab Saudi menandatangani penyertaan modal yang disaksikan oleh Sekjen Kementerian Kesehatan RI, Untung Suseno Sutarjo dan Konsul Jenderal RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin.

Agus menyebutkan Konjen Jeddah menyambut gembira realisasi kerja sama antara kedua belah pihak dan berharap adanya keberlanjutan sinergitas dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan Arab Saudi.

 Baca juga: Waduh, Laba Bersih Kimia Farma Turun 30,4% ke Rp12,8 Miliar

"Sebagai Perwakilan Pemerintah Indonesia di Jeddah, saya menyambut baik penandatanganan perjanjian ini sebagai salah satu langkah awal ekspansi perusahaan Indonesia ke luar negeri. Ke depannya, Indonesia mengharapkan agar fokus kemitraan bisa dikembangkan ke sektor yang lebih luas. Kami siap membantu memfasilitasi dan mempertemukan dengan berbagai calon mitra di Saudi," kata Hery seperti terungkap dalam keterangan yang diperoleh di Jakarta dari Konsul Ekonomi KJRI Jeddah, Kamis (20/7/2017).

Penandatangan perjanjian itu berlangsung di kediaman Sheikh Marei Binmahfouz di Mekkah, pada Rabu, 20 Juli 2017.

Agus menambahkan bahwa realisasi kerja sama tersebut sangat tepat mengingat pada 28 Juli 2017, kelompok terbang pertama jamaah haji Indonesia akan tiba di Madinah. Kehadiran Kimia Farma di sekitar 30 outlet apotek di Jeddah, Mekkah, dan Madinah tentunya akan memudahkan jamaah haji untuk memperoleh penunjang layanan kesehatan terintegratif.

Pemerintah telah menyiapkan Kantor Kesehatan Haji Indonesia di Mekkah dan Madinah untuk memberikan layanan kesehatan kepada para jamaah haji.

Kemitraan Kimia Farma dan Al Dwaa juga akan sangat membantu jamaah umroh Indonesia yang sampai pertengahan tahun 2017 telah mencapai angka 850.000 dan Tenaga Kerja Indonesia yang berdomisili di Saudi. Keberadaan apotek tersebut, memberi alternatif bagi warga negara Indonesia selain apotek-apotek lainnya yang dikelola oleh pengusaha Arab Saudi, kata Agus.

Sementara itu Presiden Direktur PT Kimia Farma, Honesti Basyir, mengatakan bahwa penandatanganan tersebut merupakan keberhasilan Kimia Farma pertama dalam mengembangkan sayap di luar negeri.

"Kami gembira setelah beberapa tahun proses negosiasi, akhirnya hari ini kita mencapai titik temu. Perjanjian ini akan menjadi langkah awal bagi Kimia Farma untuk mengembangkan usaha termasuk melalui rencana pembangunan klinik dan layanan ksesehatan lainnya" ujarnya.

Dia menambahkan dengan kepemilikan saham mayoritas, Kimia Farma berharap dapat melakukan pertukaran model dan bisnis proses dengan mitra strategis.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini