Jelang Keberangkatan Jamaah Haji, Kemenhub Lakukan Ramp Check Pesawat

Feby Novalius, Jurnalis · Minggu 23 Juli 2017 15:21 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 23 320 1742347 jelang-keberangkatan-jamaah-haji-kemenhub-lakukan-ramp-check-pesawat-fSFGxHRcZQ.jpg Ramp Check. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Menjelang keberangkatan jemaah Haji 2017, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) lewat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menggelar pemeriksaan (ramp check) terhadap pesawat yang akan digunakan melayani keberangkatan dan kepulangan jamaah Haji. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan keamanan, keselamatan dan kenyamanan para jamaah.

Adapun pemeriksaan dan pengawasan serta evaluasi dilakukan berdasarkan peraturan keselamatan penerbangan sipil Indonesia sesuai Standard Civil Aviation Safety Regulation (CASR) dan aturan-aturan terkait lainnya.

"Pemeriksaan dan pengawasan ini sebagai langkah untuk mengawal keselamatan, keamanan dan kenyamanan jamaah selama pelayanan penerbangan haji. Baik itu sebelum (keberangkatan) maupun sesudah (kepulangan) jamaah haji," ujar Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Udara Agus Santoso, di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Minggu (23/7/2017).

Agus mengatakan, penerbangan jamaah Haji tahun ini direncanakan sebanyak 515 kelompok terbang (kloter) yang berasal dari kota-kota Indonesia menuju Arab Saudi. Kemudian jadwal penerbangan pulang jamaah Haji juga dijadwalkan sebanyak 515 kloter.

Oleh karena itu, pengawasan dan pemeriksaan harus sesuai CASR, di mana setiap pesawat udara yang masuk dan atau dioperasikan dalam membawa jamaah Haji Indonesia wajib dievaluasi dan diperiksa kelaikannya sebelum jadwal keberangkatan.

Pemeriksaan kelaikan pesawat udara umumnya meliputi, aircraft general condition, airworthiness directive compliance, life limited components, riwayat perawatan (jadwal inspeksi sebelumnya) dan dokumen-dokumen pesawat udara. "Kita membentuk tim khusus yang fokus melakukan semua tugas pemeriksaan dan evaluasi tersebut,"tuturnya.

Dari sisi bandara, keberangkatan menuju Arab akan di mulai dari Aceh Medan, Pelembang, Jakarta khusus di Halim Perdanakusuma, Solo, Balikpapan, Surabaya, Makasar, Lombok dan Padang. Namun karena di tahun ini jumlah kuota jamaah Haji bertambah 31% atau sekira 206.000 jamaah, maka diperlukan pengawasan pada bandaranya terkait kekuatan runway saat dilalui pesawat.

"Dari hasil pemeriksaan tadi itu ada 3 bandara yang kurang bisa penuhi kekuatan runway jika pesawat dipenuhi jemaah haji. Ke-3 itu ada di Padang, Lombok dan Halim. Untuk itu pembatasan untuk berat bawaan beban maksimal pesawat. Halim pembatasan harus 270.000 kilogram (kg), sementara untuk Padang dibatasi 283.000 kg, sementara Lombok 350.000 kg," tuturnya.

Sementara untuk pesawat, Kementerian Agama telah menetapkan 2 maskapai penerbangan untuk melayani penerbangan para jamaah tersebut yaitu Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines. Garuda Indonesia akan menerbangkan 107.959 jamaah dan petugas dari 285 kloter.

Sedangkan Saudi Arabian Airlines akan menerbangkan 98.576 jamaah dan petugas dari 230 kloter. Sehingga total penumpang yang akan diterbangkan adalah 206.535 jamaah dan petugas dari 515 kloter.

Untuk Garuda pesawat yang digunakan sebanyak 14 pesawat dengan rincian 5 unit B 777-300 dengan 393 seat (milik Garuda), 3 unit B747-400 455 dengan seat (1 milik 2 sewa), 5 unit A330-300 dengan 360 seat (milik Garuda) dan 1 unit A330-200 dengan 325 seat (sewa).

Sedangkan Saudi Arabian Airlines akan menggunakan 18 pesawat dengan perincian: 11 unit B 777-300 dengan 410 seat (milik Saudi) dan 7 unit B747-400 dengan 450 seat (sewa). "Ini dilakukan ramp check. Kalau untuk yang Saudi Arabia ada 18 pesawat kita sudah periksa di sana semua dan sudha performance. Kemudian untuk Garuda hari ini sudah diperiksa," tuturnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini