nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kredit Perbankan hingga Kemiskinan, Alasan JK Kumpulkan Para Menteri Ekonomi

Dedy Afrianto, Jurnalis · Senin 24 Juli 2017 16:28 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 07 24 320 1742904

JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) pagi tadi memanggil sejumlah menteri ekonomi di rumah dinas Wakil Presiden di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Pertemuan ini dilakukan sekira pukul 08.00 WIB.

Turut hadir beberapa menteri kabinet kerja hadir seperti Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Selain itu hadir pula Gubernur BI Agus Martowadjojo dan Ketua Dewan OJK Wimboh Santoso.

Lantas, apa yang dibahas dalam pertemuan pagi ini sebelum Sidang Kabinet Paripurna?

Menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro, pertemuan ini membahas perekonomian Indonesia secara general. Salah satunya adalah terkait keadaan fiskal dan moneter terkini.

"Ya general bagus, beberapa yang butuh perhatian," kata Bambang di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/7/2017).

 Baca Juga: Jokowi Minta Kemiskinan di RI Ditekan, Caranya?

Adapun beberapa hal yang masih perlu diperhatikan di antaranya adalah kredit perbankan hingga angka kemiskinan. Hal ini pun menjadi pekerjaan rumah khusus dari pemerintah.

"Seperti kredit perbankan yang relatif rendah, lalu kemarin adanya peningkatan jumlah orang miskin itu," ujarnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik mencatat jumlah masyarakat miskin di Indonesia mencapai 27,77 juta orang pada Maret 2017. Jumlah tersebut bertambah sekira 10.000 orang dibanding kondisi September 2016 yang mencapai 27,76 juta orang.

Sementara itu, jika dibandingkan dengan Maret 2016, maka jumlah penduduk miskin mengalami penurunan sebanyak 234,19 ribu orang. Penurunan jumlah penduduk miskin pada periode ini relatif lebih lambat dibanding tahun sebelumnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani, mengungkapkan bahwa pertemuan ini membahas tentang keadaan ekonomi terkini. Beberapa indikator yang perlu diwaspadai pemerintah juga turut dibahas pada pertemuan pagi tadi.

"Itu juga membahas mengenai ekonomi terkini, apakah ekonominya, denyutnya membaik, apakah ada indikator yang perlu diwaspadai," ungkap Sri Mulyani.

Pemerintah pun akan terus melakukan pembangunan pada 2018. Pembangunan ini diharapkan dapat menekan angka kemiskinan secara merata di Indonesia.

"Ini kan sudah disusun Bappenas dan keuangan, ini tinggal ujungnya. Intinya ya target pembangunan. Makin tahun kan maunya makin baik. Enggak ada yang spesifik," ujar Bambang Brodjonegoro.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini