'Janji Manis' Organda: Tingkatkan Kualitas Angkutan Jalan Raya

Feby Novalius, Jurnalis · Rabu 02 Agustus 2017 12:28 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 02 320 1748334 janji-manis-organda-tingkatkan-kualitas-angkutan-jalan-raya-ZhLujq6AfW.jpg Ilustrasi: (Foto: Antara)

JAKARTA - Organisasi Angkutan Darat (Organda) menyatakan komitmennya untuk menggunakan teknologi informasi sebagai bagian dari pelayanan. Hal ini menjadi sorotan dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) II yang berlangsung 2-4 Agustus 2017 di Lombok. 

“Saya meminta semua anggota Organda tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, meningkatkan kualitas angkutan jalan raya nasional yang legal dan bermartabat dengan penggunaan teknologi informasi,” ujar Ketua Umum DPP Organda Andrianto Djokosoetono dalam keterangan tertulisnya, Rabu (2/8/2017).

Dorongan untuk pengusaha angkutan, lanjut Andrianto, terutama angkutan bus memanfaatkan sistem berbasis teknologi informasi sudah di dorong sejak 2015. Bahkan, Kementerian Perhubungan pun telah mengeluarkan peraturan tentang Penyelenggaraan Terminal Angkutan Penumpang Jalan Raya Nomor 132 Tahun 2015. Dalam peraturan itu diatur tentang sistem informasi manajemen terminal.

Baca Juga:

Andrianto menambahkan, sistem ini ditujukan untuk pengendalian angkutan dan menyediaan informasi untuk pengguna terminal. Setiap sistem informasi yang ada di terminal juga wajib terintegrasi dengan pusat data Kementerian Perhubungan, Unit Pelaksana Pengujian Kendaraan Bermotor Berkala, dan Dinas Perhubungan.

"Sistem informasi dengan data yang realtime dan terkoneksi di seluruh Indonesia, memudahkan Kementerian Perhubungan dalam melakukan pengendalian dan pengawasan terminal. Sayangnya sistem informasi ini belum terwujud hingga kini," ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPP Organda, Kurnia Lesani Adnan, menambahkan bahwa memang tidak mudah mewujudkan penggunaan sistem Informasi. Sistem operasional yang diterapkan masing-masing operator tidaklah sama dan terlalu banyak operator bus di Indonesia.

 “Kami masih mencari sistem informasi yang pas. Beberapa kali kami mengujicoba, dan kami akan terus mencoba membangun sistem informasi yang bisa terkoneksi baik secara internal operator maupun eksternal sehingga bisa diintegerasikan dengan kementerian,” ujarnya.

Baca Juga:

Menurut Kurnia, banyak pengusaha bus keberatan jika pembatasan bus ditentukan umur kendaraan. Ketentuan UU Tentang Lalu-lintas Angkutan Jalan Nomor 22 Tahun 2009 tak menyebutkan masalah pembatasan umum, hanya ditekankan soal uji kelaikan kendaraan. 

“Saya khawatir jika diterapkan, banyak perusahaan yang tutup, karena investasi untuk satu unit bus cukup besar, sementara kondisi perekonomian saat ini tidak memungkinkan,” katanya. 

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini