nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

"Kalau Negara Mau Maju, Industri Manufaktur Harus Maju"

Trio Hamdani, Jurnalis · Kamis 03 Agustus 2017 12:57 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 08 03 320 1749049 kalau-negara-mau-maju-industri-manufaktur-harus-maju-gZuDOXY18z.jpg Foto: Trio/Okezone

JAKARTA - Industri manufaktur diharapkan mampu meningkatkan kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB). Bank Indonesia menilai, sektor industri itu sebagai indikator majunya sebuah negara.

"Kita ingin industri manufaktur kita bisa kembali 20% di atas PDB. Kita pernah mencapai hampir 28% dari PDB. Kalau negara mau maju manufaktur harus maju," kata Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara di Kompleks Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (3/8/2017).

Industri manufaktur tentu saling berkaitan dengan kebutuhan akan barang setengah jadi. Oleh karenanya, jika ingin mendorong pertumbuhan industri manufaktur perlu didukung oleh industri di sektor hulu. Untuk itu, pemerintah perlu berkomitmen menjaga kinerja industri hulu.

"Kita harus bangun industri hulu, pertanyaan industri hulu yang mana dan di mana. Nah strategi ini kita harus punya dan harus komit bisa dilaksanakan. Jangan tiap 5 tahun ganti arah dan policy tapi yang memang kita bisa komit, bisa kita laksanakan," lanjutnya.

Baca Juga:

Mirza turut memaparkan beberapa indikator yang memperlihatkan bahwa industri manufaktur perlu didorong. Kuncinya ada pada pertumbuhan industri hulu.

"Memang di sini kita harus bisa terus dorong manufaktur kita dan kredit manufaktur sekarang sekira 17% dari total kredit Indonesia. Dulu di atas 20% dari total kredit Indonesia. Jadi bank itu kan respons permintaan. Jadi kalau memang permintaan sektor manufaktur ada dan layak tentu diberi kredit," jelas dia.

Namun, jika melihat turunnya kredit untuk sektor manufaktur mengindikasikan bahwa industri manufaktur di Indonesia tak cukup berkembang dengan baik. "Kembali lagi, industri pasti melihat, saya membangun industri di Indonesia layak apa tidak, disambut apa tidak, disambut pemerintah pusat tapi tak disambut oleh pemerintah daerah ya enggak jadi juga," terang Mirza.

Baca Juga:

Maka dari itu, dia menilai perlunya kolaborasi yang harmonis antar-pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar tidak malah menghambat pertumbuhan di sektor industri.

"Kami BI sangat lihat pentingnya kolaborasi itu. Maka tiap 3 bulan kami lakukan rapat kerja dengan pemerintah daerah dan undang pemerintah pusat dan kementerian untuk cari solusi mendorong pembangunan di daerah," tukasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini