Share

Catat! Ini "Bahayanya" jika Pulau Jawa Tenggelam Versi Menteri Bambang

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Kamis 03 Agustus 2017 14:02 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 03 320 1749108 catat-ini-bahayanya-jika-pulau-jawa-tenggelam-versi-menteri-bambang-TyqSnYrlkH.jpg Ilustrasi: (Foto: Antara)

JAKARTA – Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro memaparkan, masyarakat harus mulai meminimalisasi pencemaran udara agar tidak merusak lingkungan. Dampak dari pencemaran lingkungan adalah meningkatnya tingkat emisi karbon. Hingga akhirnya mengancam naiknya permukaan air laut dan bisa menenggelamkan pulau-pulau.

"Pulau-pulau dengan ketinggian air laut yang bertambah akan tenggelam, seperti di Maldives (Maladewa). Apa yang terjadi di Maldives di masa depan akan terjadi juga sebagian kepulauan kita. ini yang harus diantisipasi sekarang,” kata dia di Gedung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Jakarta, Kamis (3/8/2017).

Bambang menjelaskan ketinggian air laut yang bertambah seperti di Pulau Maladewa tidak menjadi masalah karena hanya ada resor di sana dan bukan penduduk. Sedangkan di Pulau Jawa memiliki banyak penduduk, sehingga akan sangat membahayakan jika emisi tidak dikurangi dan Pulau Jawa bisa tenggelam.

Baca Juga:

"Pulau Jawa itu bukan kosong, kalau Maldives itu resor dan turis dan pegawai, jadi dampaknya terbatas kalau pulau-pulau tenggelam. Tapi pantai di utara Jawa itu adalah daerah yang padat di Indonesia. Jakarta penduduknya 10 juta. kalau ngomong Jabodetabek 20 juta. Semuanya dekat dengan pantai Utara, kecuali Depok, tapi Tangerang, Bekasi, itu dekat sampai Cikarang dekat dengan pantai utara. Belum lagi kalau kita sering kali dengar banjir," tuturnya.

"Intinya, pantai utara Pulau Jawa itu terancam dan kita tidak bisa berharap ada magic, ada dewa yang bisa membuat Pulau Jawa bisa tidak tenggelam terus karena ini kondisi geologis, geografis ilmiah," imbuhnya.

Sementara itu, dalam kontek kehutanan, Bambang mengatakan yang menjadi penyebab kerusakan iklim atau udara adalah asap pembakaran hutan yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan. Karena asap tersebut membuat kondisi lingkungan rusak dan masyarakat harus siap untuk beradaptasi.

Baca Juga:

"Masalah asap yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan itu bukan sekedar masalah gambut bagaimana memadamkan kebakaran tapi bagaimana menyiapkan masyarakat yang hidup di sana untuk bisa value terhadap lingkungan, value dalam artian tidak merusak lingkungan. Mereka harus tahu daerahnya rawan asap," tukasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini