Share

Pulau Jawa Terancam Tenggelam! Pemerintah Ingin Turunkan Emisi 26% hingga 2019

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Kamis 03 Agustus 2017 14:23 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 03 320 1749127 pulau-jawa-terancam-tenggelam-pemerintah-ingin-turunkan-emisi-26-hingga-2019-PvI1mNyXyz.jpg Foto: Lidya/Okezone

JAKARTA - Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, emisi menyebabkan kerusakan pada iklim yang semakin mencemaskan. Selain itu masyarakat juga dituntut harus beradaptasi dalam perubahan iklim yang terjadi.

Emisi dikatakan Bambang harus diminimalisir oleh Indonesia. Karena emisi bisa membuat air laut semakin naik dan dataran tenggelam. Selain itu, penyebab emisi lainnya adalah kebakaran hutan yang terjadi di Kalimantan yang juga membuat iklim semakin buruk.

"Kalimantan Tengah itu ada gejala lima tahunan. Lima tahun sekali meskipun di Kalimantan Tengah tidak ada yang aneh-aneh, tidak ada yang membakar gambut, itu akan ada asap itu yang disampaikan Gubernur Kalimantan Tengah. Itu harus tertuang dalam perencanaan yang baik. Baik perencanaan di pusat, sektoral, dan daerah," ungkapnya di Gedung KLHK, Jakarta, Kamis (3/8/2017).

Baca Juga:

Bambang menjelaskan hingga akhir 2019 emisi harus bisa diturunkan sekira 26%. Diaman peran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sangat dibutuhkan untuk mewujudkan target tersebut. Selain itu, pemerintah terlebih dahulu akan fokus terhadap daerah yang masih rawan dalam pencemaran lingkungan terlebih dahulu.

"Targetnya mendekati 26% (emisi turun) di 2019. Nah ini penyumbangnya terbanyak di LHK. Lahan gambut, dari pertanian, industri dan limbah. Kemudian, ketahanan masyarakat kita akan melakukan, kita akan fokus dulu kepada 15 daerah yang relatif rentan. Bagaimana menyiapkan masyarakat menghadapi perubahan iklim," jelasnya.

Sehingga Bambang mengatakan untuk menjaga lingkungan tetap aman dan menjaga masyarakat tetap aman harus fokus terhadap dua faktor. Faktor pertama mencegah tenggelamnya pulau di pantai Utara pulau Jawa dan untuk sektor kehutanan mengurangi kebakaran hutan. Karenanya harus dibutuhkan sinergi antarsektor.

"Kalau pulau terhadap tenggelamnya pulau, di pantai Utara pulau Jawa terhadap banjir rob. Sumatera dan Kalimantan terhadap asap dan berbagai macam isu. Ini tentunya tidak mudah. Harus ada sinergi dengan antar sektor," ungkapnya.

Baca Juga:

Bambang menjelaskan ketinggian air laut yang bertambah seperti di Pulau Maladewa tidak menjadi masalah karena hanya ada resor di sana dan bukan penduduk. Sedangkan di Pulau Jawa memiliki banyak penduduk, sehingga akan sangat membahayakan jika emisi tidak dikurangi dan Pulau Jawa bisa tenggelam.

"Pulau Jawa itu bukan kosong, kalau Maldives itu resor dan turis dan pegawai, jadi dampaknya terbatas kalau pulau-pulau tenggelam. Tapi pantai di utara Jawa itu adalah daerah yang padat di Indonesia. Jakarta penduduknya 10 juta. kalau ngomong Jabodetabek 20 juta. Semuanya dekat dengan pantai Utara, kecuali Depok, tapi Tangerang, Bekasi, itu dekat sampai Cikarang dekat dengan pantai utara. Belum lagi kalau kita sering kali dengar banjir," tuturnya.

"Intinya, pantai utara Pulau Jawa itu terancam dan kita tidak bisa berharap ada magic, ada dewa yang bisa membuat Pulau Jawa bisa tidak tenggelam terus karena ini kondisi geologis, geografis ilmiah," imbuhnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini