Share

Pulau Jawa Terancam Tenggelam, Pembangkit Listrik Harus Beralih ke Energi Baru Terbarukan!

Dedy Afrianto, Jurnalis · Jum'at 04 Agustus 2017 06:53 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 03 320 1749383 pulau-jawa-terancam-tenggelam-pembangkit-listrik-harus-beralih-ke-energi-baru-terbarukan-nsFPil7Yxr.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA – Meminimalisasi pencemaran udara agar tidak merusak lingkungan harus dilakukan. Sebab, dampak dari pencemaran lingkungan adalah meningkatnya tingkat emisi karbon. Hingga akhirnya mengancam naiknya permukaan air laut dan bisa menenggelamkan pulau-pulau.

Untuk itu, ekonomi hijau atau green economy menjadi salah satu hal yang bisa dilakukan. Salah satu caranya adalah melakukan reformasi pembangkit listrik energi terbarukan. Mengingat pemanfaatan batu bara secara terus menerus dapat menjadi beban tersendiri bagi Indonesia dalam jangka panjang.

Selain beban karena energi fosil tak dapat diperbarui, beban polusi juga menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh pemerintah dalam penggunaan batu bara.

"Murah memang kalau batu bara. Tapi dalam jangka panjang biaya operasi mahal. Polusi," kata Pengamat Energi Marwan Batubara kepada Okezone.

Untuk itu, pemerintah perlu mengembangkan energi baru dan terbarukan untuk pembangkit listrik pada berbagai daerah di Indonesia. Insentif hingga subsidi pun perlu diberikan oleh pemerintah dalam pengembangan energi baru dan terbarukan ini.

Baca Juga:

"Biaya lebih mahal, perlu ada insentif, memang harus ada subsidi yang konsisten. Selama ini sangat kurang," jelasnya.

Menurutnya, selama ini belum ada subsidi secara khusus dalam jumlah besar untuk energi baru dan terbarukan ini. Untuk itu, dalam APBN diharapkan terdapat anggaran khusus untuk mengembangkan energi baru dan terbarukan.

"Di mana-mana biaya investasi energi baru dan terbarukan lebih mahal. Makanya seluruh dunia ada subsidi, termasuk untuk listrik," ujarnya.

Peran BUMN juga sangat diperlukan pada sektor kelistrikan ini. Meskipun peran sektor swasta tetap dibutuhkan, namun peran swasta dinilai tidak dapat melebihi peran BUMN dapat pengelolaan listrik. Menurut Marwan, BUMN tetap perlu dilibatkan agar listrik murah tetap dapat dirasakan oleh masyarakat. Sebab, kehadiran swasta dalam porsi yang besar dikhawatirkan berdampak pada mahalnya tarif listrik bagi masyarakat.

"Justru BUMN harus diperbanyak. Kalau ada subsidi dari APBN, kalau ada keuntungan kembali lagi ke rakyat," ujar Marwan.

Namun, subsidi ini perlu diberikan secara berkelanjutan. Artinya, pemerintah harus konsisten dalam memberikan subsidi setiap tahunnya untuk pengembangan energi baru dan terbarukan.

"Pemerintah perlu konsisten punya kebijakan yang dijalankan dengan adanya subsidi," kata Marwan.

Baca Juga:

Sebelumnya, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, peningkatan ketahanan masyarakat atau adaptasi perlu untuk mengantisipasi perubahan iklim. Sehingga yang perlu dilakukan oleh masyarakat adalah meminimalisasi pencemaran udara agar tidak merusak lingkungan.

"Satu, pulau-pulau dengan ketinggian air laut yang bertambah akan tenggelam, seperti di Maldives. Apa yang terjadi di Maldives di masa depan akan terjadi juga sebagian kepulauan kita. ini yang harus diantisipasi sekarang. Kedua, yang paling ramai dibicarakan, adalah penurunan dari pantai utara Pulau Jawa. Ini sangat serius, pantai utara Pulau Jawa ini," jelasnya.

Bambang menjelaskan, ketinggian air laut yang bertambah seperti di Pulau Maldives tidak menjadi masalah karena hanya ada resor di sana dan bukan kehidupan penduduk. Sedangkan di Pulau Jawa memiliki banyak penduduk, sehingga akan sangat membahayakan jika emisi tidak dikurangi dan Pulau Jawa bisa tenggelam.

"Pulau Jawa itu bukan kosong, kalau Maldives itu resor dan turis dan pegawai, jadi dampaknya terbatas kalau pulau-pulau tenggelam. Tapi pantai di utara Jawa itu adalah daerah yang padat di Indonesia. Jakarta penduduknya 10 juta. kalau ngomong Jabodetabek 20 juta. Semuanya dekat dengan pantai Utara, kecuali Depok, tapi Tangerang, Bekasi itu dekat sampai Cikarang dekat dengan pantai Utara. Belum lagi kalau kita sering kali dengar banjir," tuturnya.

"Intinya, pantai utara Pulau Jawa itu terancam dan kita tidak bisa berharap ada magic, ada dewa yang bisa membuat pulau Jawa bisa tidak tenggelam terus. Karena ini kondisi geologis, geografis ilmiah," imbuhnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini