Dukung Masyarakat dan Pelaku UKM Kembangkan Usaha, Kemenkop Gelar Pelatihan bagi Wirausaha Banyumas

Advertorial, Jurnalis · Jum'at 04 Agustus 2017 18:57 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 04 426 1750046 dukung-masyarakat-dan-pelaku-ukm-kembangkan-usaha-kemenkop-gelar-pelatihan-bagi-wirausaha-banyumas-34INzAHVLS.jpg Gerakan Kewirausahaan Nasional (Foto: Ist)

PURWOKERTO - Kementerian Koperasi dan UKM bersama  Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kabupaten Banyumas menggelar program pelatihan kewirausahaan melalui Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) bagi kalangan Wirausaha Pemula.

"Tujuannya, untuk mendukung masyarakat dan pelaku UKM dalam mengembangkan usahanya," kata Deputi Bidang Pengembangan SDM Kemenkop UKM Prakoso BS, dalam rilisnya, Kamis 3 Agustus 2017.

Prakoso menambahkan, acara pelatihan yang diadakan pada 3-5 Agustus 2017 di Java Heritage Purwokerto itu, diikuti masyarakat dan pelaku usaha yang  berasal dari unsur GP Ansor, Fatayat NU, dan Pusat Kegiatan Pembelajaran Masyarakat Harmoni, sebanyak 120 orang.

"Saya mengharapkan kegiatan pelatihan kewirausaan ini dapat memberikan wawasan dan pengetahuan, khususnya bagi usaha yang selama ini sudah mereka jalankan sebagai pengrajin tempe dan tahu, gula kelapa, tanaman hias, dan sebagainya," tandas Prakoso.

Menurut Prakoso, Kabupaten Banyumas merupakan salah satu daerah sentra pengrajin tempe dan tahu, di mana terdapat sekitar 645 pengrajin yang rata-rata menyerap delapan orang tenaga kerja.

"Salah satu kendala yang dihadapi para pengrajin adalah kebutuhan kedelai yang diimpor dari Amerika Serikat sebanyak 11 ton pertahun. Selain itu, masyarakat juga banyak terlibat dalam pembuatan gula kelapa atau gula semut yang bahan bakunya banyak tersedia di wilayah Kabupaten Banyumas," papar Prakoso.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kabupaten Banyumas Wisnu Hermawanto,  mengharapkan koperasi dapat memainkan perannya sebagai wadah ekonomi masyarakat, terutama bagi pengrajin, dalam memenuhi kebutuhan dan permasalahan yang terjadi di masyarakat dalam mengembangkan usahanya.

"Dengan memperkuat koperasi, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan bahan baku dan memasarkan hasil usaha anggota dan masyarakat pengrajin di sekitarnya," pungkasnya.

(hth)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini