nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wah, Ternyata Investasi Dana Haji Bisa Biayai Jalan Tol hingga Pembangkit Listrik!

Giri Hartomo, Jurnalis · Sabtu 05 Agustus 2017 20:38 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 08 05 20 1750512 wah-ternyata-investasi-dana-haji-bisa-biayai-jalan-tol-hingga-pembangkit-listrik-VpfwdMkw3J.jpg Foto: Giri/Okezone

JAKARTA - Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, investasi dana haji untuk infrastruktur pada dasarnya memiliki dua bentuk. Antara lain, investasi langsung ke proyek infrastruktur dan investasi melalui pembiayaan sukuk. 

"Jadi ini kami melihat sebenarnya investasi itu ada dua, bisa langsung ke proyek infrastruktur, atau bisa melalui pembiayaan sukuk," ujarnya di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Sabtu (5/8/2017).

Akan tetapi lanjut Bambang, karena Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) masih tergolong baru, ada baiknya jika investasi dana haji untuk infrastruktur melalui sukuk untuk pembiayaan di proyek tertentu. Hal ini karena memiliki tingkat risiko yang lebih rendah.

"Tapi saya yakin, karena BPKH masih baru, BPKH perlu untuk belajar, perlu untuk memahami investasi di Indonesia, maupun di luar negeri. Maka akan lebih baik investasi dana haji infrastruktur dilakukan melalui sukuk untuk pembiayaan proyek tertentu," jelasnya.

Baca Juga:

Jika investasi infrastruktur melalui pembiayaan sukuk, maka setidaknya ada 4 pembiayaan sukuk untuk infrastruktur yang bisa dijalankan. Pertama adalah pembangkit listrik, terutama yang sudah punya Power Purchase Agreement.

"Artinya adalah pembangkit listrik yang sudah teken kontrak dengan PLN, sehingga kalau pembangkit listriknya sudah selesai beroperasi maka PLN akan membeli setiap watt yang dihasilkan pembangkit listrik tersebut, jadi aman, karena penerimaannya sudah dijamin dengan PPA tadi," jelasnya

Kemudian yang kedua, adalah Bandara. Alasannya, karena semakin hari traffic bandara cukup besar. "Bisa dibilang bandara skala besar, kita itu punya keuntungan yang cukup besar, kata Bambang.

Ketiga adalah proyek kerjasama KPBU. Ini adalah Kerjasama Pemerintah Badan Usaha, yang sudah disepakati dengan availabily payment. 

Baca Juga:

"Artinya investornya membangun dulu sampai selesai, setelah selesai infrastruktur beroperasi maka pemerintah membayar jasa layanan dari infrastruktur tersebut jadi ada kepastian pemerintah nantinya akan membayar infrastruktur dan proyek itu akan menerima penerimaan," kata Bambang.

Dan berikutnya juga jalan tol khususnya, jalan tol di pulau Jawa dan juga jalan tol di kota besar. Apalagi jalan tol tidak pernah sepi, ini dibuktikan dengan sering macetnya ruas-ruas tol yang ada di Jakarta khususnya.

"Jadi kami menyarankan investasi tidak dilakukan penyertaan langsung melainkan dengan instrumen investasi syariah, Sukuk tadi dengan underlying aset adalah proyeknya sendiri, ya kita harus memastikan dananya tidak berkurang dan justru harus ada manfaat yang lebih, dari setiap calon haji yang sudah menyerahkan dananya kepada BPKH," jelasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini