nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kejar Target, Bank Daerah Diminta Ikut Salurkan KPR dengan Bunga Rendah

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 07 Agustus 2017 17:14 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 08 07 470 1751307 kejar-target-bank-daerah-diminta-ikut-salurkan-kpr-dengan-bunga-rendah-rdvCVGSmT7.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya mengejar target program 1 juta rumah yang dicanangkan pemerintah. Salah satu caranya adalah dengan penyaluran pembiayaan lewat bantuan kredit pemilikan rumah (KPR) dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Namun sayangnya, target pembiayaan lewat skema FLPP sebanyak 40.000 unit pada tahun ini masih jauh dari harapan. Karena per Juli 2017, realisasi pembiayaan KPR lewat skema FLPP baru mencapai 6.491 unit.

Untuk mengejar target tersebut, Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Lana Winayanti mengatakan, pihaknya akan memercayakan penyaluran KPR FLPP kepada Bank Pembangunan Daerah (BPD). Bahkan, pihaknya menekankan BPD bisa berkontribusi sebanyak 16.000 unit dari total target pembiayaan KPR FLPP yang sebanyak 40.000 unit.

Baca Juga:

"Sekarang kan target KPR FLPP 40.000 unit, dan itu semua dari BPD. Jadi kalau dilihat dari komitmennya, itu BPD itu sekira 16.000 harus bisa dikejar," ujarnya saat ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (7/8/2017).

Lana melanjutkan, dari kontribusi sebanyak 16.000 unit tersebut, diperkirakan bisa menutupi sepertiga dari target 40.000 unit pada tahun ini. Sehingga, sisanya bisa disumbang dari bank-bank umum nasional lainnya. 

"Darj bank-bank lain itu total komitnya itu 21.000, sementara total BPD hampir 16.000 dari 40.000. jadi mungkin lebih dari sepertiganya. Kita berharap bisa dipenuhi BPD dari total KPR FLPP 40.000 unit. Jadi saya kira sudah 40% bisa BPD. Sisanya bank umum nasional," jelasnya 

Lebih lanjut, Lana pun mengapresiasi bank daerah yang telah berperan besar menyalurkan subsidi melalui KPR FLPP yakni Bank Papua yang telah menyalurkan lebih dari 3.000 unit. Menurut Lana, subsidi rumah di Papua penting untuk dilakukan lantaran di Papua, harga rumah cukup tinggi dibandingkan Jawa dan Sumatera.

Baca Juga:

"Rata-rata bank daerah itu baru mulai ikut (salurkan subsidi KPR FLPP) tahun 2011-an. Jadi baru sekira lima tahun, ini makanya perlu didorong," ujarnya.

Sementara itu, Asosiasi Bank Daerah (Asbanda) menyatakan penyaluran kredit rumah melalui bank daerah yang dinilai masih kecil lantaran belum didorong oleh standar operasi prosedur yang baik. Maka dari itu, perlu melakukan penyeragaman standar operasi penyaluran subsidi tersebut.

Ketua Asbanda Kresno Sediarsi mengatakan, berdasarkan data realisasi penyaluran KPR FLPP per April 2017, untuk 21 BPD konvensional baru sebesar Rp175 miliar atau sebanyak 1.306 unit rumah. Sedangkan, untuk bank syariah daerah baru menyalurkan FLPP sebesar Rp19 miliar dengan 187 unit.

"Nilainya baru Rp175 miliar untuk konvensional. Karena memang kita kan baru dari tahun 2010-an (salurkan subsidi KPR FLPP), makanya ini perlu didorong," tutur Kresno yang juga menjabat sebagai Direktur Utama Bank DKI.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini