Share

Simak! Cerita Kepala Bappenas soal Pengusaha Retail yang Remehkan Bisnis Online di RI

Feby Novalius, Okezone · Rabu 09 Agustus 2017 17:40 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 09 320 1752794 simak-cerita-kepala-bappenas-soal-pengusaha-retail-yang-remehkan-bisnis-online-di-ri-ysyV34bUvY.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro memberi peringatan kepada pengusaha retail Indonesia untuk tidak meremehkan retail online.

Hal ini terkait dengan keberlangsungan usaha retail offline yang bisa tergerus dengan kemajuan retail online. Sebagai informasi, Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) mengungkapkan terjadinya penurunan penjualan. Di mana pada April, retail tumbuh 4,1% dan Mei 3,6%.

Bambang menceritakan, pada waktu itu ada salah satu pengusaha retail yang menyampaikan bahwa sekarang ini pertumbuhan sedang lesu, toko sepi, dan segala macam keluhan dengan alasan terjadi penurunan daya beli masyarakat. Kepada pengusaha itu, Bambang menanyakan, bagaimana dengan perkembangan usaha retail online dan seberapa besar pengaruhnya?

"Saya bilang online-nya gimana, dia bilang, 'Ah online cuma 1% (pertumbuhannya).’ Saya tanya lagi datanya dari mana? Dia bilang enggak punya," ujarnya di kantor BI, Jakarta, Rabu (9/8/2017).

Baca Juga:

Rapat soal E-Commerce, Menkominfo: Bagaimana Caranya UKM Jual Barang ke China

Catat! Bisnis Digital Butuh Kepastian Pajak

Menurut dia, penguraha retail seperti ini tidak peka terhadap situasi kemajuan era digitalisasi yang justru bisa membahayakan kelangsungan usahanya. Dunia usaha yang model bisnisnya konvensional tidak bisa menganggap sepele lagi perkembangan bisnis online dengan kemajuan era teknologi sekarang ini.

"Menurut saya pengusaha ngomong gitu bukan jadi pengusaha yang berdaya saing, jangan-jangan ini malah pengusaha bakal ketinggalan nantinya," ujarnya.

Bambang melanjutkan, sebenarnya kondisi pertumbuhan retail menurun tidak hanya terjadi di Indonesia. Negara Adidaya, Amerika Serikat pun pertumbuhan retailnya turun seperti sekarang ini, toko buku terkenal di Washington hanya tinggal satu outlet-nya. Selain itu, hampir sektor retail di AS juga menutup outlet-nya.

Namun, kata Bambang, ada yang membedakan daya pikir pengusaha AS dan Indonesia, di mana mereka tidak berpikiran penurunan pertumbuhan retail disebabkan daya beli masyarakat menurun.

"Kalau alasan kayak gitu melemah bisa diketawain. Tapi mereka cerdas, mereka tahu bahwa yang terjadi adalah pergeseran yang masif dari belanja fisik jadi belanja online," ujarnya.

Guna menyikapinya, perusahaan retail terkenal Wal-Mart Stores pun memutuskan untuk menjual 30% barangnya secara online. Dengan ditopang online, sampai sekarang perusahaan ini bisa bertahan di tengah persaingan bisnis online dan offline.

"Dia tahu tren ke online, tapi dia tahu keahlian bisnis retail, sehinggga bisa mengawinkan keahlian dan masa depan. Kalau yang tidak ikuti langsung tutup," tukasnya.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini