Image

BUSINESS SHOT: Nyonya Meneer Pailit, Bagaimana 'Peran' Sido Muncul hingga Rachmat Gobel?

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Sabtu 12 Agustus 2017, 14:14 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 08 11 320 1753971 business-shot-nyonya-meneer-pailit-bagaimana-peran-sido-muncul-hingga-rachmat-gobel-bvPIxQnoSZ.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pailitnya produsen jamu legendaris PT Nyonya Meneer memberi warna pada industri jamu di Tanah Air. Sebab, para pemain lainnya seperti PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) terus melakukan ekspansi di tengah masih prospektifnya industri tersebut.

Tercatat, Pengadilan Negeri (PN) Semarang pada Kamis 3 Agustus 2017 memutuskan pabrik jamu PT Nyonya Meneer (PT Njonja Meneer) pailit, karena memiliki sejumlah utang pada beberapa kreditur.

Nyonya Meneer yang berdiri sejak 1919 memiliki kredit macet Rp89 miliar. Pailitnya Nyonya Meneer karena memiliki utang Rp7,04 miliar dengan Hendrianto, sehingga digugat pailit oleh PN Semarang.

Pailitnya Nyonya Meneer pun langsung disambut dengan kabar pihak Sido Muncul hingga mantan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel yang akan membantunya.

Namun, Sido Muncul langsung menepis kabar tersebut. "Kaitannya Nyonya Meneer tutup berarti sudah dinyatakan pailit, tidak bisa diakuisisi dan itu akan diselesaikan oleh kurator," tegas Direktur Keuangan Sido Muncul Venancia Sri Indrijati di Gedung BEI, Rabu 9 Agustus 2017.

Baca Juga:

Selamatkan Nyonya Meneer, Rachmat Gobel: Kalau Sudah Waktunya Akan Saya Beri Tahu

Rachmat Gobel Selamatkan Nyonya Meneer, Menperin: Diselesaikan Business to Business Bagus Saja!

Sementara itu, Rachmat Gobel masih enggan menjelaskan secara detail penyelamatan yang dia lakukan. Apakah akan dilakukan akuisisi perusahaan secara penuh atau Rachmat hanya menanamkan modal di perusahaan tersebut.

“Terima kasih perhatiannya ya. Nanti kalau sudah waktunya akan saya beri tahu,” singkatnya kepada Okezone, Jumat (11/8/2017).

Di balik keadaan tersebut, terselip pertanyaan, mengapa perusahaan sekelas Nyonya Meneer bisa dinyatakan pailit. Sebab, perusahaan tersebut masih memproduksi jamu dan memiliki aset yang diklaim sekira Rp16 triliun.

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menilai persoalan yang terjadi di perusahaan jamu asal Semarang itu hanya masalah keluarga dan memiliki utang sekira Rp7,04 miliar dengan Hendrianto dan tak mampu dibayar, sehingga digugat pailit.

"Itu persoalan keluarga ya setelah ibunya meninggal, dan itu cuma Rp7 miliar. Banyak faktor, bisa saja karena internal mereka," ungkap Enggar di kantornya.

Enggar sendiri sangat menyayangkan perusahaan yang sudah berdiri selama puluhan tahun ini harus pailit, bahkan produk jamunya sudah terkenal di masyarakat luas. Bahkan, ia sendiri sangat menyayangkan jumlah utang dan kredit macet perusahaan tersebut yang jauh berbeda.

Sementara itu, ia melihat bahwa industri jamu masih terbilang baik, sehingga ia juga heran apa yang terjadi dengan perusahaan Nyonya Meneer. Karena jika dilihat industri jamu yang lain masih tumbuh.

Dirinya juga menyebut bisnis keluarga yang sudah turun-temurun atau regenerasi memiliki tantangan yang lebih besar. Terutama di generasi ketiga.

"Tipikal bisnis keluarga yang kita harus waspadai adalah generasi ke-3," ungkap Enggar.

Namun, ia tidak mau menyimpulkan atau berkomentar lebih jauh mengenai goyangnya perusahaan jamu asal Semarang tersebut. Hal ini lantaran dirinya belum mengetahui lebih detail permasalahan yang terjadi. "Manajemennya saja yang kurang, mungkin ya. Tapi saya kan tidak boleh melihat, memberikan penilaian sebelum saya tahu internalnya apa yang terjadi," jelasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini