Image

Wow! Kerugian Jamaah First Travel Capai Rp550 Miliar

ant, Jurnalis · Jum'at 11 Agustus 2017, 19:44 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 08 11 320 1754354 wow-kerugian-jamaah-first-travel-capai-rp550-miliar-xIxMV0crgu.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri memeriksa tiga saksi dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana pembayaran puluhan ribu calon jamaah umrah yang dilakukan pimpinan PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel. Potensi kerugian nasabah mencapai Rp550 miliar.

"Hari ini tiga orang diperiksa," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Martinus Sitompul di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (11/8/2017).

Baca juga: Bos First Travel Ditangkap, Begini Sederet Reaksi Calon Jamaah Umrah

Menurut dia, sejak Kamis 10 Agustus 2017 hingga hari ini, Jumat (11/8/2017), ada 14 orang yang diperiksa dalam kasus tersebut. Mereka adalah para staf First Travel. Dalam rangkaian penyidikan kasus tersebut, penyidik juga telah menggeledah kantor First Travel yang berlokasi di GKM Green Tower, Jalan TB Simatupang, Kavling 896, Jakarta Selatan, pada Kamis malam.

"Dari penggeledahan, disita beberapa dokumen yang terkait dengan transaksi yang dilakukan para calon jamaah, bukti transfer, bukti transaksi refund. Juga disita CPU komputer," katanya.

Pasutri yang menjadi tersangka dalam kasus ini adalah Andika Surachman sebagai Dirut PT First Anugerah Karya Wisata dan Anniesa Desvitasari Hasibuan sebagai Direktur PT First Anugerah Karya Wisata. Keduanya telah ditahan di Rutan Bareskrim di Polda Metro Jaya.

Menurut Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Brigjen Herry Rudolf Nahak, kasus ini terkuak berkat 13 orang agen First Travel yang melapor ke polisi.

Baca juga: Terungkap! Dana Umrah First Travel Diinvestasikan ke Koperasi Pandawa

PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel menawarkan sejumlah paket umrah melalui para agennya dengan harga yang murah kepada para calon jamaah.

Paket 1 atau yang disebut paket promo umrah dipasarkan seharga Rp14,3 juta per jamaah. Paket reguler ditawarkan seharga Rp25 juta, sementara paket VIP dengan harga Rp54 juta.

Baca juga: Imbas Kasus First Travel, Bos OJK: Kami Bakal Lebih Giat Lakukan Edukasi

"Animo masyarakat cukup besar. Bahkan pelaku sempat merekrut agen-agen yang bertugas merekrut jamaah," katanya.

Dari hasil investigasi, kata Herry, pelaku telah merekrut 1.000 orang agen, di mana 500 agen di antaranya aktif mencari jamaah.

Selain itu, terungkap bahwa sedikitnya ada 70.000 calon jamaah yang telah membayar biaya umrah. Namun, hanya 35.000 jamaah yang bisa diberangkatkan.

"Sisanya, tidak bisa berangkat karena berbagai alasan," katanya.

Pihaknya memperkirakan kerugian yang diderita para jamaah atas kasus ini mencapai Rp550 miliar. Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 55 juncto Pasal 378, 372 KUHP, dan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini