Image

ECONOMIC VIEWS: Pembangunan LRT di Bawah Tanah hingga Nyonya Meneer Pailit

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Minggu 13 Agustus 2017, 09:08 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 08 12 320 1754776 economic-views-pembangunan-lrt-di-bawah-tanah-hingga-nyonya-meneer-pailit-kJlgSibnex.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA – Pembangunan transportasi massal terus dikerjakan. Termasuk proyek Light Rail Transit (LRT). Untuk Proyek yang satu ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan agar semua proyek infrastruktur dipercepat. Selain itu, perlu dipermudah dalam proses pembangunan.

Sementara itu, Menteri BUMN Rini Soemarno pekan ini mengunjungi Pulau Liran, Kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku. Pulau ini merupakan daerah Indonesia yang berbatasan langsung dengan perairan Republik Demokratik Timor Leste. Pantauan Okezone, Rini tiba bersama beberapa pimpinan perusahaan BUMN setelah berlayar sekira 5 jam menggunakan kapal dari Pulau Moa. Setibanya di Pulau Liran, Rini pun disambut dengan upacara adat khas daerah setempat.

Di sisi lain, Pengadilan Negeri (PN) Semarang pada Kamis 3 Agustus 2017 memutuskan pabrik jamu PT Nyonya Meneer (PT Njonja Meneer) pailit, karena memiliki sejumlah utang pada beberapa kreditur. Produsen jamu yang berdiri sejak 1919 itu digugat pailit oleh PT Nata Meridian Investara. PT Nyonya Meneer memiliki kredit macet sebesar Rp89 miliar.

Ketiga berita tersebut merupakan berita-berita populer selama akhir pekan kemarin di kanal Okezone Finance. Berikut berita selengkapnya:

 

Menko Luhut: Perintah Presiden, LRT Harus di Bawah Tanah

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinatoor Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan usai bertemu dengan Presiden Jokowi. "Itu perintah Presiden, misalnya seperti proyek listrik di mana saja, Pelabuhan Patimban Subang, jalan tol, LRT, nanti semua LRT tidak elevated lagi, tapi di bawah tanah supaya cost-nya lebih efisien," katanya di Jakarta, Selasa 8 Agustus 2017.

Dirinya menegaskan, percepatan tersebut untuk semua proyek infrastruktur. "Semua dipercepat, jangan terlalu banyak negosiasi yangenggak jelas," katanya.

Seperti diketahui, progres proyek kereta ringan light rail transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) tahap pertama hingga saat ini baru mencapai 17%. Meski demikian, PT Adhi Karya selaku pengembang menyatakan siap melanjutkan ke tahap kedua seksi Cibubur-Bogor, Dukuh Atas-Palmerah-Senayan, dan Palmerah-Grogol.

Bahkan, kajian pembangunan tahap kedua tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2017. Adapun tahap pertama dipastikan tuntas pada 2019.

1 / 3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini