Image

Simak! Tips Membuat Hunian yang Hemat Energi

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Sabtu 12 Agustus 2017, 16:33 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 08 12 470 1754773 simak-tips-membuat-hunian-yang-hemat-energi-PeuTZKlbAL.jpg Ilustrasi:

JAKARTA - Pemerintah Indonesia mencanangkan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29% di tahun 2020 dengan membuat peraturan yang lebih tegas bagi industri konstruksi. Pendekatan pragmatis ini mendorong pihak yang berkepentingan untuk merancang bangunan yang dapat meningkatkan kualitas hidup  penghuninya melalui pengurangan konsumsi energi dan polusi udara dalam ruangan (indoor air pollution). 

Salah satu usaha yang dilakukan adalah mempercantik fasad bangunan guna membantu keseluruhan struktur bangunan, dan menjadi lebih responsif terhadap lingkungan serta hemat energi. 

“Dalam waktu dekat, kami akan mengadakan konferensi yang mendiskusikan tentang evolusi rancangan fasad bangunan, high performance glass untuk fasad bangunan, fasad bangunan yang berkelanjutan, kode energi serta peringkat untuk fasad bangunan, mitigasi kebakaran melalui rancangan fasad bangunan, fasad bangunan dengan efisiensi tinggi serta biaya efektif, manajemen proses fasad bangunan serta akan memeriksa berbagai dimensi, inovasi dan kecenderungan non-konvensional dari industri di Indonesia dibandingkan dengan peningkatan global,“ ungkap Syed Zakir Ahmed, Ketua & Direktur Utama, Zak Exhibitions & Conferences dalam keterangannya, Sabtu (12/8/2017).

Baca Juga: Dulunya Tambang Kerikil, Kini Disulap Jadi Hunian Asri

Menurutnya, fasad bangunan merupakan bagian dari selubung gedung yang komponen terpenting dari sebuah gedung. Fasad bangunan tersebut memainkan peran penting untuk melengkapi bentuk struktur dan menentukan dampak visual terhadap lingkungan perkotaan.

Fasad bangunan pada dasarnya melindungi gedung dari gangguan luar, seperti cuaca buruk, hujan, angin, polusi dan panas. Hal ini harus menjadi perhatian penting bagi bangunan di Indonesia, yang dihadapkan pada kelembaban dan suhu tinggi.  Hal lain yang harus diperhatikan adalah perlindungan terhadap kebakaran. Sistem pemadam kebakaran beserta pengujian dan penerapan yang memadai merupakan kunci kinerja improvisasi pembangunan fasad bangunan. 

 Tanpa  mengurangi faktor estetis, fasad  bangunan yang tahan air dan terisolasi, serta fasad bangunan yang  dinamis yang memperhatikan pencahayaan dan ventilasi menjadi kata kunci secara global.

Baca Juga:Menakjubkan, Kincir Angin Belanda Ini Bisa Jadi Tempat Tinggal

“Konferensi Zak World of Facades akan menjadi acuan kebijakan bagi solusi cerdas, penggunaan efektif dan efisien dari sumber daya yang tersedia, menemukan solusi bagi masalah terkait keselamatan kebakaran dan konstruksi bangunan hijau di Indonesia serta memberi dorongan pada bisnis konstruksi fasad bangunan hijau dengan melibatkan pengambil keputusan yang tepat,” jelasnya.

Untuk diketahui, Zak  menyelenggarakan konferensi Zak World of Facades ke-32 di Jakarta pada tanggal 24 Agustus di Kempinski Grand Ballroom.  Zak World  of  Facades akan  dihadiri oleh perwakilan dari para arsitek terkemuka, konsultan fasad bangunan, para pengembang, pejabat pemerintah, PMC, kontraktor utama, Sustainability consultants, Fire consultants, kontraktor fasad bangunan, konsultan biaya, Glass processors & Structural consultants, dan sebagainya.

Perusahaan yang terlibat dalam konferensi tersebut antara lain, AirmasAsri, PDW Architects, Meinhardt Façade Technology, Aedas, Denton Corker Marshall Architects, Archimetric, AirkonPratama, Farpoint Prima, PTI Architects, Paul Adam Facades, Hong Kong Land, Turner, SinarmasLand, Arup dan Inhabit Group

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini