Image

Cerita Menko Darmin yang Heran Pemilik Kosnya Jadi Pemilik Saham Bioskop

Dedy Afrianto, Jurnalis · Minggu 13 Agustus 2017, 09:09 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 08 13 278 1755006 cerita-menko-darmin-yang-heran-pemilik-kosnya-jadi-pemilik-saham-bioskop-ejMoUCQjjq.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution hari ini turut acara stock code fun walk. Acara ini dilakukan dalam rangka peringatan 40 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia.

Dalam sambutnya, Darmin sempat bercerita tentang kebingungannya bersama Sri Mulyani terkait arti kata wulung. Bahkan, Sri Mulyani sempat melakukan pencarian arti kata wulung melalui layanan Google.

 Baca juga: 40 Tahun Pasar Modal Indonesia, Menkeu Teleconference Buka Galeri Investasi ke 300

"Bu Sri Mulyani buka Google ternyata Bahasa Jawa berbeda dengan Bahasa Sunda," kata Darmin di halaman gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Minggu (13/7/2017).

Dalam kegiatan ini, Darmin mengatakan bahwa perkembangan pasar modal di Indonesia telah lebih baik dibandingkan dengan negara lain. Perkembangan pasar modal di Indonesia pun diharapkan akan semakin baik dengan berbagai instrumen yang dikembangkan.

Darmin pun sempat bercerita tentang perkembangan investasi sejak dirinya masih sekolah pada tingkat sekolah menengah pertama. Kala itu, Darmin tak lagi tinggal bersama orang tua, melainkan kos pada daerah sekitar lokasi sekolah.

Saat itulah Darmin mulai mengenal istilah investasi. Sebab, pemilik kos yang Darmin tempati ternyata adalah pemilik saham bioskop.

"Waktu saya SMP saya kos dan tempat saya kos ada yang jadi pemegang saham bioskop di kota kecamatan. Kemudian bisa nonton bioskop gratis sekali seminggu gratis," ujarnya.

Darmin pun heran adanya investor dari daerah kecamatan. Namun, melalui pengalaman inilah Darmin akhirnya mulai memahami tentang investasi.

"Kok bisa ada proyek kecil kemudian dibiayai," ungkapnya.

Darmin pun berharap agar bursa efek Indonesia nantinya dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Utamanya adalah investor skala kecil.

"Pasar modal ini hanya memfasilitasi instrumen jangka panjang lebih dari 1 tahun, yang kurang dari setahun adalah BI. Kita tidak membuka kesempatan untuk yang kecil membuka di pasar modal," ujarnya.

Darmin menekankan tantangan ke depan bagi BEI tidaklah mudah. Untuk itu butuh kerjasama dari berbagai pihak guna mengembangkan pasar modal Indonesia.

"Semoga menjadi pasar modal yang membanggakan," ungkapnya.

Seperti diketahui, Dalam acara ini, secara resmi Banteng Wulung diperkenalkan di hadapan publik. Banteng ini dibuat dari fosil kayu seberat 7 ton dengan usia 2,5 juta hingga 5 juta tahun.

Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah jajaran pejabat tinggi negara. Beberapa di antaranya adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution.

Tak hanya itu, turut pula hadir Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso beserta beberapa anggota Dewan Komisioner OJK lainnya. Selain itu, turut pula hadir Direktur Utama BEI Tito Sulistio.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini