Image

Menko Darmin: Kapitalisasi Pasar hingga Penambahan Jumlah Investor Harus Seimbang

Dedy Afrianto, Jurnalis · Minggu 13 Agustus 2017, 12:39 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 08 13 278 1755050 menko-darmin-kapitalisasi-pasar-hingga-penambahan-jumlah-investor-harus-seimbang-vuYQUe4DTs.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Galeri investasi Bursa Efek Indonesia di Makassar, Sulawesi Selatan telah diresmikan. Galeri investasi ini merupakan galeri yang ke-300 pada seluruh daerah di Indonesia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani pun menyempatkan diri untuk melakukan teleconference ke Makassar dalam hari ini. Masyarakat dan pemuda pada daerah tersebut terbilang cukup antusias dengan hadirnya galeri ini.

Baca juga: Wih, Total Dana Himpunan Pasar Modal Capai Rp622 Triliun Dalam 5 Tahun

Menurut Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, jangkauan dari pasar modal memang harus diperluas. Nantinya pasar modal diharapkan dapat menjangkau berbagai daerah di Indonesia.

"Itu semua memperluas basis dan kapasitas, sehingga pasar modal kita itu memang harus terus dipersiapkan supaya jangkauannya lebih luas, kapitalisasinya lebih besar, dan lebih demokratis," kata Darmin di depan Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Minggu (13/8/2017).

Anak muda juga perlu dilirik dalam pasar modal. Namun, Darmin berharap terdapat keseimbangan dalam pasar modal antara penambahan jumlah investor kapitalisasi.

"Anak muda itu di fintech digital secara umum itu juga cukup bergairah, walaupun barang kali kita masih pada tahap mengembangkan startup. Begitu juga di pasar modal, tentu saja harus seimbang antara mengejar investor, tambahan investor, dengan pengembangan kapitalisasi dari pengembangan investasi, yang go public, keseimbangan itu harus dilakukan supaya dia match," ungkapnya.

Baca juga: Ada Dana Desa, Sri Mulyani: Masyarakat Pedesaan Bisa Investasi di Pasar Modal!

Seperti diketahui, BEI hari ini mengadakan peringatan 40 Tahun diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia. Pada kegiatan ini, juga dilakukan peluncuran Banteng Wulung (IDX Bull Statue).

Menurut Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso, Banteng Wulung ini merupakan icon yang artinya bullish atau naik. Bull Statue yang hampir serupa telah dimiliki oleh bursa-bursa dunia seperti di New York, Amsterdam, Frankfurt, Bulgaria, Shanghai, Shenzhen, Korea, dan Mumbai.

"Peresmian Banteng Wulung ini merupakan icon tersendiri yang menjadi kebanggaan segenap pelaku pasar modal Indonesia hingga puluhan dekade mendatang," ungkap Wimboh pada kesempatan yang sama.

Pada kesempatan ini juga diluncuran 3 jenis produk terbaru di pasar modal. Tiga instrumen tersebut adalah dua Kontrak Investasi Kolektif-Efek Beragun Aset (KIK EBA) dan satu Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT).

KIK EBA yang pertama adalah milik PT PLN dengan total nilai KIK EBA sebesar Rp9,9 triliun. Adapun KIK EBA kedua, diterbitkan oleh PT Jasa Marga Tbk (JSMR) senilai Rp2 triliun. Sementara itu, proyek Bandara Internasional Kertajati juga menghimpun dana dari RDPT senilai Rp900 miliar.

"Peluncuran ketiga produk ini diharapkan akan memberikan dorongan yang sangat besar untuk penerbitan produk-produk pasar modal lainnya yang akan dipergunakan untuk pembangunan, khususnya dalam rangka pembiayaan pembangunan infrastruktur," tukas Wimboh.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini