Image

Unik! Patung Banteng Wulung dari Kayu Berusia 5,6 Juta Tahun Jadi Target Selfie

Dedy Afrianto, Jurnalis · Minggu 13 Agustus 2017, 13:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 08 13 278 1755061 unik-banteng-wulung-berusia-2-5-juta-tahun-jadi-target-selfie-csIPK1u7PA.jpg Banteng Wulung (Foto: Dedy Afrianto/Okezone)

JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini meresmikan patung Banteng Wulung. Patung ini terbuat terbuat dari fosil kayu berusia antara 2,5 juta hingga 5,6 juta tahun.

Fosil kayu ini ditemukan di daerah Banten pada kedalaman 30 meter. Fosil kayu ini pun telah diteliti oleh Institut Teknologi Bandung (ITB).

 Baca juga:Cerita Bos BEI soal Patung Banteng: Kayunya dari Banten, Diukir di Bali

Patung ini pun resmi menjadi ikon baru bagi BEI. Peresmian patung ini dilakukan bersamaan dengan acara stock code fun walk dalam rangka peringatan 40 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia.

Pantauan Okezone, Minggu (13/8 /2017), masyarakat pun tampak antusias untuk menyaksikan patung ini. Bahkan, 1 jam setelah peresmian, banyak peserta stock code fun walk yang melakukan swafoto pada patung ini.

Tak ketinggalan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso beserta anggota dewan komisioner lainnya juga melakukan swafoto. Bahkan, Direktur Utama BEI Tito Sulistio juga turut melakukan swafoto di depan patung tersebut.

 Baca juga: Patung Banteng Wulung Diperkenalkan, Ketua OJK: Ini Merupakan Ikon Bullish!

"Patungnya besar dan berat," ujar salah seorang pengunjung pada kegiatan ini.

Patung ini memiliki berat hingga 7 ton. Ikon baru bagi BEI ini diukir oleh pematung asal Bali, Made Budiasa.

Peserta pun tertarik dengan patung ini karena usianya yang mencapai 2,5 juta hingga 5,6 juta tahun. Hal inilah yang menyebabkan antusiasme para peserta meningkat untuk melakukan swafoto.

"Patungnya unik karena dari fosil," kata pengunjung lainnya.

Patung ini diharapkan akan menjadi ikon baru dari pariwisata Jakarta. Menurut Tito, patung ini merupakan lambang dari pasar saham dan keadaan di dalamnya.

"Kenapa banteng, kalau berbicara banteng dan beruang, bull and bear. Banteng itu kalau tanduk selalu ke atas, makanya di sebut bullish. Kalau beruang itu ngegaruk ke bawah dan beruang kalau tidur lama, makanya disebut bearish," ujar Direktur Utama BEI Tito Sulistio pada kesempatan yang sama.

Banteng ini pun telah menjadi salah satu ikon dari pasar modal pada berbagai negara di dunia. Namun, banteng tersebut dibuat dengan bahan dasar perunggu.

"Jadi di seluruh dunia lambang dari bursa diharapkan bullish terus, bull. Di Amerika ada namanya charging bull terbuat dari perunggu. Di China dari perunggu, ada yang dari batu, semuanya banteng," ungkapnya.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini