Image

KATA MEREKA: Lebih Baik Mana, LRT di Bawah Tanah atau Layang?

Trio Hamdani, Jurnalis · Minggu 13 Agustus 2017, 15:27 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 08 13 320 1755104 kata-mereka-lebih-baik-mana-lrt-di-bawah-tanah-atau-layang-gWGd8MvCBw.jpg (Ilustrasi: Okezone)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo memerintahkan agar semua proyek infrastruktur dipercepat. Selain itu, perlu dipermudah dalam proses pembangunan.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinatoor Bidang Maritim Luhut B Pandjaitan usai bertemu dengan Presiden Jokowi. "Itu perintah Presiden, misalnya seperti proyek listrik di mana saja, Pelabuhan Patimban Subang, jalan tol, LRT, nanti semua LRT tidak elevated lagi tapi di bawah tanah supaya cost-nya lebih efisien," kata Luhut.

Dirinya menegaskan, percepatan tersebut untuk semua proyek infrastruktur. "Semua dipercepat, jangan terlalu banyak negosiasi yang enggak jelas," katanya.

Seperti diketahui, progres proyek kereta ringan light rail transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) tahap pertama hingga saat ini baru mencapai 17%. Meski demikian PT Adhi Karya selaku pengembang menyatakan siap melanjutkan ke tahap kedua seksi Cibubur-Bogor, Dukuh Atas-Palmerah-Senayan, dan Palmerah-Grogol.

Baca juga:

Menko Luhut: Perintah Presiden, LRT Harus di Bawah Tanah

Proyek LRT Jabodebek Baru 17%, Tahap Pertama Dipastikan Tuntas pada 2019

Bahkan kajian pembangunan tahap kedua tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2017. Adapun tahap pertama dipastikan tuntas pada 2019.

Lantas mana yang menurut masyarakat lebih baik?

1. Winda Putri (23) Karyawan Swasta

Menurut saya lebih baik di atas atau jalur layang karena kalau di bawah tanah dikhawatirkan akan terjadi pengerukan besar-besaran pada tanah yang mengakibatkan tanah bisa longsor. Resiko kecelakaan juga sangat besar dalam pembuatan MRT/LRT bawah tanah yaitu para pekerjanya tertimbun tanah.

Menurut saya lebih mudah jalur layang daripada bawah tanah. Karena tidak perlu mengeruk tanah terlalu dalam, dan biasanya proyek seperti tol juga dilakukan seperti itu jadi memudahkan pekerja untuk bekerja. Seperti yang sudah saya jelaskan pada poin atas, resiko sangat tinggi untuk pekerja jika dalam tanah yaitu tertimbun tanah.

Lebih efisien jalur layang, baik waktu dan biaya, karena proyek banyak dilaksanakan di atas tanah dan tidak di bawah tanah. Di bawah tanah akan memakan waktu lama untuk menggali tanah dan sebagainya tapi jika di jalur layang pekerjaan akan lebih efisien.

Jalur layang lebih pas di Indonesia. Menurut saya Indonesia belum siap menerapkan sistem bawah tanah mengingat tanahnya yang masih suka longsor. Jika terjadi pun saya khawatir tidak akan bisa merawat dengan baik.


2. Muhammad Haris (26) Freelance

Saya sih setuju-setuju aja kalau Presiden mau LRT dibangun di bawah tanah selama emang itu dirasa jauh lebih baik ketimbang membangun LRT yang jalur layang.

Yang paling mudah pengerjaannya kalo pendapat saya mudahan yang jalur layang karena cuma masang-masang tiang sama beton-beton buat naro relnya kan. Kalo bawah tanah perlu gali tanah dulu dan itu makan waktu lagi.

Dari sisi biaya mungkin emang lebih murah bawah tanah. Kalo jalur layang kan tiap beberapa meter harus ada tiang-tiang penyangganya. Tinggal diitung aja kalo jalurnya panjangan puluhan kilo meter butuh berapa tiang.

Lebih baik emang rel dalem tanah. Kalo LRT rel layang, di Jakarta aja udah banyak jalan raya layang. Belom lagi banyak gedung, tiang listrik. Jadi lebih aman emang LRT bawah tanah.


3. Diani Destiana (23) Karyawan Swasta

Menurut saya bagus bawah tanah, karena bisa mengurangi kemacetan, karena jalur LRT tidak akan mengganggu jalur pengendara lain karena ada jalur LRT.

Tapi jalur rel layang lebih mudah untuk dikerjakan, karena lebih mudah letaknya dan pembangunannya.

Kalau soal anggaran pasti lebih efisien LRT bawah tanah karena tidak terlalu makan tempat. Buat di Indonesia lebih baik LRT bawah tanah saja.


4. Ferdiansyah (22) Mahasiswa

Sebenernya mau jalur LRT layang atau bawah tanah semua dilihat tergantung kondisinya. Tetep harus dimix. Ada saatnya mungkin di lokasi tertentu harus tetep dengan jalur layangnya.

Mana yang lebih mudah tergantung sumber daya manusianya dan teknologinya. Kalo di Indonesia teknologi untuk buat LRT jalur bawah tanah sepertinya belum sebaik yang layang. Karena kalo jalur layang kan kita udah terbiasa membuatnya untuk jalan mobil sama motor.

Kalo Presiden pengen LRT nanti difokuskan di bawah tanah mungkin salah satu pertimbangan karena lebih murah. Tapi saya enggak tahu juga. Perlu kajian lagi kan.

Saya emang lebih setuju bawah tanah sih supaya enggak ngorbanin jalan raya buat kendaraan roda dua sama roda empat.


5. Safitri Anggraeni (28) Ibu Rumah Tangga

Saya rasa ada pertimbangan tersendiri kenapa pembangunan LRT di bawah tanah yang dipilih ketimbang jalur layang ataupun sejajar dengan jalan raya.

Kalo yang ada dibayangan saya lebih susah bangun LRT di dalem tanah karena harus ngeruk-ngeruk tanah dulu. Belum lagi ngerakit-rakit rel dan ruangan di dalem tanahnya susah juga kelihatannya. Kalau di jalur layang cuma masang-masang fondasi aja kan printilan-printilannya.

Kalo murahan yang mana, saya kira enggak jauh beda mau jalur layang ataupun dalam tanah. Tapi mungkin agak mahalan yang layang karena butuh banyak beton-betonan kan.

Bagusnya sih kalau di Indonesia emang jalur dalam tanah. Kalo jalur layang nanti kan tiang-tiangnya makan tempat jadinya ngorbanin lebar jalan bisa-bisa. Kalo jalanan semakin sempit, makin macet jadinya.

 

 

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini