Image

Hore! Garam Impor 52.500 Ton Sudah Tiba, Harga Diharap Segera Turun

ant, Jurnalis · Minggu 13 Agustus 2017, 17:11 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 08 13 320 1755154 hore-garam-impor-52-500-ton-sudah-tiba-harga-diharap-segera-turun-u5gsJg7wiY.jpg (Foto: Ant)

JAKARTA – Kekhawatiran mahalnya garam tampaknya tidak akan lama lagi akan hilang. Pasalnya, garam impor asal Australia telah masuk ke Indonesia dan menyasar ke berbagai industri kecil menengah (IKM) di berbagai wilayah Tanah Air.

Diawali kedatangan Kapal MV Eco Destiny pada Kamis 10 Agustus 2017 dini hari pukul 03.00 WIB di Pelabuhan Ciwandan, Banten, garam impor dari Australia masuk dengan membawa muatan 25.000 ton.

Disusul Sabtu 12 Agustus pagi, Kapal MV Golden Kiku pukul 06.00 WIB tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, dan membawa garam 27.500 ton.

Baca Juga:

Kemudian, akan tiba lagi kapal ketiga MV Uni Challenge yang dijadwalkan tanggal 21 Agustus 2017 di Pelabuhan Belawan, Medan, dengan membawa garam 22.500 ton.

Direktur Utama PT Garam (Persero) Dolly Parlagutan mengatakan kedatangan garam impor secara bertahap itu merupakan komitmen perusahaan dalam menjalankan penugasan dari pemerintah.

Ia mengatakan, PT Garam mendapatkan penugasan impor garam sebagai bahan baku untuk konsumsi sebesar 75.000 ton dengan kadar NaCl 97 persen.

Masuknya garam impor, kata dia difokuskan di tiga pelabuhan yaitu Pelabuhan Ciwandan Banten, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Pelabuhan Belawan Medan, tujuannya untuk di disebar ke sejumlah IKM khususnya di wilayah Jawa, Sumatera dan Kalimantan.

Dolly berharap kedatangan kapal-kapal tersebut akan mendistorsi atau menekan harga garam di tingkat konsumen menjadi sekitar menjadi Rp4.000 per kg.

Baca Juga:

Selain itu, diharapkan juga akan memaksimalkan produksi garam bahan baku sebesar 300.000 ton pada periode bulan September hingga bulan Nopember 2017. Ditambah produksi garam rakyat Nasional yang 2017 diprediksi menghasilkan garam bahan baku sebesar 1.000.000 ton, sehingga total garam nasional akan mencapai sebesar 1.375.000 ton.

"Kami berharap dapat mencukupi kebutuhan garam konsumsi secara nasional di luar kebutuhan industri aneka pangan, yang diprediksi berkisar sekitar 450.000 ton, dan dapat menstabilkan harga garam di tingkat konsumen," katanya.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini