Share

Catat! Vietnam Minat Investasi di Sektor Batu Bara Indonesia

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 15 Agustus 2017 11:19 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 15 320 1756160 catat-vietnam-minat-investasi-di-sektor-batu-bara-indonesia-yTx7oGw5mz.jpg Foto: sendmoneytoday

JAKARTA – Indonesia dan Vietnam menghidupkan kembali pertemuan Indonesia-Vietnam Joint Commission on Economic, Science, and Technical Cooperation (JC-ESTC) guna lebih menggairahkan kegiatan perdagangan dan investasi antara kedua negara. Pertemuan ke-7 JC-ESTC berlangsung akhir pekan lalu di Hanoi, Vietnam.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita bersama Menteri Perdagangan dan Perindustrian Vietnam Tran Tuan Anh membahas berbagai isu menyangkut kepentingan kedua negara. Pemerintah Indonesia memandang penting pertemuan tersebut karena Vietnam menargetkan diri untuk menjadi ‘ASEAN Manufacturing Hub’ sejak bergabung dalam Trans- Pacific Partnership Agreement (TPP) dan berhasil menarik banyak investasi asing.

Baca juga: Keren! Perusahaan Swasta Asal RI Berinvestasi di Vietnam

“Strategi kita adalah merangkul Vietnam dengan memperkuat posisi negara ini sebagai salah satu simpul utama jaringan suplai regional Indonesia di ASEAN. Ini strategi yang lebih praktis bagi Indonesia daripada mencoba menyaingi Vietnam secara frontal,” ujar Mendag dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

Pada kesempatan itu, Indonesia mengangkat masalah akses pasar ke Vietnam, antara lain untuk produk obat-obatan, batu bara, daging Wagyu, dan bibit telur untuk ditetaskan. Sementara Vietnam menyoroti kebijakan pengamanan perdagangan Indonesia, importasi hortikultura, dan kandungan lokal.

Menurut Mendag, Vietnam merupakan pasar ketiga terbesar di ASEAN setelah Indonesia dan Filipina dengan populasi 93,3 juta jiwa dan didominasi 70% usia produktif. Seperti halnya di Indonesia, kelas menengah di Vietnam juga terus tumbuh.

“Karena itu, Indonesia perlu memberi perhatian khusus pada Vietnam bukan saja karena potensi ekonominya sebagai pasar, tetapi juga sebagai tujuan investasi untuk memasuki negara lain yang memiliki Free Trade Agreement (FTA) bilateral dengan Vietnam,” katanya.

Baca juga: Lebih Sukses, Presiden 'Intip' Regulasi Investasi Vietnam dan India

Kerjasama investasi juga menjadi poin penting yang dibahas. Sejauh ini investasi Indonesia di Vietnam antara lain mencakup sektor properti, semen, dan eksplorasi batu bara. Mendag meminta Pemerintah Vietnam memberi perhatian khusus dengan tidak menciptakan iklim yang bisa merugikan investasi Indonesia di Vietnam dan justru mendorong lebih besar lagi.

“Sebaliknya, kita juga mencatat minat Vietnam untuk berinvestasi di sektor batu bara di Indonesia yang tentu kita sambut baik,” ungkap Mendag.

Pertemuan JC-ESTC sepakat mendorong kerjasama di berbagai bidang mulai dari promosi ekspor, kerjasama industri, investasi, energi (minyak dan gas), pertanian, perikanan, transportasi, keuangan, perbankan dan telekomunikasi, serta kerjasama peningkatan kualitas lada.

Mengingat Vietnam telah menjadi produsen utama karet dunia, Mendag juga menyampaikan ajakan kepada Menteri Perdagangan dan Industri Vietnam agar bergabung dalam International Tripartite Rubber Council (ITRC) yang beranggotakan Indonesia, Malaysia, dan Thailand. JC-ESTC merupakan forum pertemuan rutin antara Menteri Perdagangan RI dengan Menteri Perdagangan dan Perindustrian Vietnam yang dibentuk pada 1990.

Baca juga: Investasi Taiwan USD1,7 Miliar, Berapa Alokasi ke Indonesia?

Forum pertemuan itu untuk meningkatkan kerjasama di bidang ekonomi, ilmu pengetahuan, dan teknik, termasuk di dalamnya pengembangan investasi dan perluasan peluang bisnis antara Indonesia dan Vietnam. Pertemuan JC-ESTC sudah diadakan enam kali karena pertemuan terakhir diselenggarakan pada 2012 di Jakarta.

Mendag berharap pertemuan JC-ESTC ke-7 menjadi momentum memperbaiki neraca perdagangan RI dengan Vietnam. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan nilai total perdagangan bilateral RI-Vietnam pada 2016 mencapai USD6,3 miliar dengan posisi defisit di pihak Indonesia sebesar USD182,9 juta.

Ekspor Indonesia ke Vietnam pada periode Januari-Mei 2017 senilai USD1,40 miliar atau naik 35,32% dari periode sama tahun sebelumnya. Pada paruh pertama 2017 juga terlihat bahwa produk automotif dari Indonesia mulai memasuki pasar Vietnam dalam jumlah lebih besar dibanding dengan periode yang sama pada 2016.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini