Jokowi Singgung Indeks Pembangunan Manusia, Menko Puan: Kami Berharap Terus Meningkat!

Dedy Afrianto, Jurnalis · Rabu 16 Agustus 2017 14:15 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 16 320 1757051 jokowi-singgung-indeks-pembangunan-manusia-menko-puan-kami-berharap-terus-meningkat-4AF9wrqpA2.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidato kenegaraannya hari ini sempat menyinggung tentang indeks pembangunan manusia (IPM). Menurut Jokowi, IPM di Indonesia terus bergerak naik, yaitu dari negara dengan kategori medium high development menjadi negara dalam kategori high human development. Adapun angka IPM naik dari 68,90 pada 2014 menjadi 70,18 pada 2016.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengatakan, IPM di Indonesia diharapkan dapat terus meningkat. Tak hanya itu, angka kemiskinan di Indonesia pun diharapkan dapat terus menurun.

"Jadi semakin ke depan, kami berharap bahwa IPM terus meningkat, kemiskinan akan menurun dan tentu saja kesejahteraan rakyat berdasarkan dengan pemerataan kesejahteraan sosial itu memang bisa terlaksana," ujar Puan di Kompleks DPR RI, Jakarta, Rabu (16/8/2017).

Nantinya, akan terdapat beberapa program yang akan dilanjutkan untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia. Salah satunya adalah program bantuan sosial nontunai.

"Pemerintah itu terus meningkatkan dan berusaha mendistribusikan semua kartu yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial walaupun itu memang masih banyak permasalahan, namun kami optimis insya Allah bahwa semuanya itu semakin lama, dari tahun ke tahun akan semakin bermanfaat buat rakyat, tepat sasaran, dan ke depannya memang secara bertahap akan kami berubah menjadi bantuan nontunai sehingga itu lebih tepat sasaran dan langsung ke orang-orang yang berhak menerimanya," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengatakan, pidato Jokowi terbilang positif saat membahas persatuan. Namun, pada sektor ekonomi, terdapat beberapa hal yang perlu dikaji ulang oleh pemerintah.

"Ya menurut saya pidato bagus mengimbau persatuan dan sebagainya. Tadi di bidang ekonomi kelihatan pencapaiannya, semuanya positif, angka kemiskinan turun. IPM naik, angka-angka itu. Tapi di masyarakat merasakan hidup makin menderita, makin susah. Jadi presiden harus memeriksa kenyataan yang ada di masyakarat. Jangan hanya dari angka saja. Angka itu bisa menipu. Kenyataan bisa beda di lapangan," ujar Fadli Zon.

Secara kritis, Fadli Zon mengatakan bahwa terdapat perbedaan keadaan di lapangan terkait kondisi ekonomi yang disampaikan oleh pemerintah. Hal ini pun perlu menjadi evaluasi lebih lanjut dari pemerintah.

"Saya turun ke bawah melihat kenyataan beda. Misalnya harga listrik yang naik, harga yang lain juga, daya beli masyarakat makin berkurang. Itu kenyataan. Jangan kenyataan ditutupi angka-angka. Nah angka ini datangnya mungkin bukan dari presiden, tapi dari bawahannya. Harus diperiksa angka-angka itu," tukasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini