Alokasi Transfer Daerah dan Dana Desa Rp761,1 Triliun, Begini Rencana Penggunaannya!

Trio Hamdani, Jurnalis · Kamis 17 Agustus 2017 12:12 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 17 20 1757701 alokasi-transfer-daerah-dan-dana-desa-rp761-1-triliun-begini-rencana-penggunaannya-xSXrbVLScn.jpg Ilustrasi: (Foto: Antara)

JAKARTA - Pemerintah mengalokasikan anggaran transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp761,1 triliun. Di mana dana desa sendiri dianggarkan sebesar Rp60 triliun.

Seperti dikutip dari data Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kamis (17/8/2017), untuk dana desa, formulanya makin fokus untuk pengentasan kemiskinan.

Karena itu, dilakukan penurunan porsi alokasi yang dibagi merata dan peningkatan alokasi formula. Lalu, dilakukan pula pemberian bobot yang lebih besar kepada jumlah penduduk miskin serta pemberian afirmasi kepada desa tertinggal dan desa sangat tertinggal dengan jumlah penduduk miskin tinggi.

Baca Juga: Kementerian PUPR Raih Anggaran Terbesar di RAPBN 2018, Menteri Basuki: Ini untuk Bangun Jalan Baru hingga Rumah!

Di sisi lain, dana transfer ke daerah tercatat Rp701,1 triliun. Dana ini sendiri dipecah menjadi 6 alokasi. Pertama, dana bagi hasil (DBH). Sebanyak 25% dari dana ini dialokasikan untuk infrastruktur.

Selain sesuai dengan UU Cukai, DBH cukai hasil tembakau juga digunakan untuk infrastruktur sesuai prioritas daerah. Kemudian ada juga dari DBH reboisasi, selain rehabilitasi hutan dan lahan serta penanganan kebakaran hutan, penataan batas kawasan, dan pembenihan.

Baca Juga: Target Pajak Rp1.609 Triliun, Menkeu: Ini Lebih Moderat Dibanding Tahun Lalu

Kedua, dana alokasi umum (DAU) sebesar Rp398,1 triliun. Sebanyak 25% dari dana ini digunakan untuk belanja infrastruktur. Pagu ini sendiri bersifat dinamis.

Ketiga, dana insentif daerah sebesar Rp8,5 triliun. Dana ini digunakan untuk memacu perbaikan kinerja pengelolaan keuangan, pelayanan pemerintahan umum, layanan dasar publik, dan kesejahteraan.

Keempat, dana alokasi khusus fisik dianggarkan Rp62,4 triliun. Tujuan pagu ini adalah untuk mengejar ketertinggalan infrastruktur layanan publik, money follow program, serta afirmasi kepada daerah tertinggal, perbatasan, kepulauan, dan transmigrasi.

Baca Juga: 10 Program Prioritas Jokowi Anggarkan Rp269,1 Triliun di 2018, Paling Besar untuk Kemiskinan!

Kelima, dana alokasi khusus nonfisik sebesar Rp123,5 triliun. Pagu ini bertujuan untuk mengurangi beban masyarakat terhadap layanan publik dengan sasaran, antara lain BOS untuk 211,6 sekolah, TPG 1,2 juta guru, dan BOK 9.767 puskesmas.

Keenam, dana otsus, DTI, dan dana keistimewaan DIY Rp20,9 triliun. Pagu ini untuk percepatan pembangunan infrastruktur Papua dan Papua Barat, serta pendanaan pendidikan, sosial, dan kesehatan di Provinsi Aceh.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini