nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menteri Rini Curhat soal Pembangunan Tol Trans Jawa, BUMN Dianggap Terlalu Mayoritas!

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 18 Agustus 2017 16:22 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 08 18 320 1758423 menteri-rini-curhat-soal-pembangunan-tol-trans-jawa-bumn-dianggap-terlalu-mayoritas-6boXnONDrA.jpg Foto: Feby Novalius/Okezone

JAKARTA - Progres pembangunan jalan Tol Trans Jawa terus dikerjakan. Ditargetkan pada masa berakhirnya jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi), tol dari Merak sampai Surabaya ini tersambung.

Namun, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan ada cerita pilu dalam pembangunan Tol Trans Jawa. Di mana, BUMN sektor kontruksi dianggap terlalu mayoritas dalam pembangunannya.

"Urusan ini saya dimarahi kenapa BUMN mulu yang bangun. Saya sampaikan kalau tidak BUMN yang bangun, maka tidak akan bisa tersambung tol ini. Karena izin jalan tol yang sebenarnya sudah dipegang badan usaha, tapi mereka enggak bangun. Akhirnya kita kita beli lagi oleh BUMN," ujarnya, dalam acara Indonesia CSR Exhibition, di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (18/8/2017).

Baca juga: Tol Salatiga Segera Diresmikan, Begini Foto Keindahannya!

Lanjut Rini, dengan dibangunnya jalan Tol Trans Jawa oleh BUMN, ditargetkan tol sepanjang 800 kilometer tersebut tersambung pada 2019.

"Jalan tol kalau enggak beli balik dari pengusaha Trans Jawa tidak bisa dibangun. Insya Allah akhir 2018 sambung sampai Probolinggo dan 2019 sampai Banyuwangi," ujarnya.

Untuk diketahui, berikut hasil monitoring progres konstruksi Jalan Tol Trans Jawa oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) pada minggu ke-3 Juli 2017:

- Ruas Tol Pejagan-Pemalang 57,5 km dengan dana Rp6,84 triliun (seksi I dan II sudah beroperasi) meliputi progres tanah 99,41%, progres fisik 65,66%. Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) Seksi 3 dan 4 Januari 2017.

Baca juga: Tol Trans Jawa Ditargetkan Sampai Banyuwangi pada 2019, Bagaimana Perkembangannya?

- Ruas Tol Pemalang-Batang 39,2 km dengan dana Rp4,08 triliun. Progres tanah 98,06%, progres fisik 29,90%, SPMK Januari 2017.

- Ruas Tol Batang-Semarang 75 km dengan dana Rp11,05 triliun. Progres tanah 76,34%, progres fisik 30,13%, SPMK Juli 2016.

- Ruas Tol Semarang-Solo 72,64 km dengan dana Rp7,3 triliun (seksi I dan II sudah beroperasi). Progres tanah 97,69%, progres fisik 59,96%, SPMK seksi 3 Juli 2015.

- Solo-Ngawi 90,42 km dengan dana Rp5,14 triliun. Progres tanah 88,09%, progres fisik 83,58%, SPMK Juni 2016.

- Ngawi-Kertosono 86,9 km dengan dana Rp3,82 triliun. Progres tanah 98,6%, progres fisik 42%, SPMK Mei 2016.

- Kertosono-Mojokerto 40,5 km dengan dana Rp3,48 triliun. Progres tanah 100%, progres fisik 90,88%, SPMK Agustus 2010.

- Mojokerto-Surabaya 36,47 km dengan dana Rp3,79 triliun. Progres tanah 100%, progres fisik 89,21%, SPMK sejak April 2007.

- Gempol-Pasuruan 34,15 km dengan dana Rp2,77 triliun. Progres tanah 76,47%, progres fisik 45,4%, SPMK sejak Maret 2013

Baca juga: Cek Proyek Tol Bawen-Salatiga, Jokowi Tinjau Tebing Setinggi 50 Meter

- Pasuruan-Probolinggo 31,3 km, dengan dana Rp3,55 triliun. Progres tanah 96,5%, progres fisik 9,22%.

- Probolinggo-Banyuwangi (masih tender) 172 km, dengan dana Rp15,92 triliun. Saat ini masih proses prakualifikasi lelang investasi.

(rzk)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini