Image

Indonesia Peringkat 91 Kemudahan Berbisnis, Jokowi: Masih Jauh!

Dedy Afrianto, Jurnalis · Jum'at 18 Agustus 2017, 19:19 WIB
https img okeinfo net content 2017 08 18 320 1758580 indonesia peringkat 91 kemudahan berbisnis jokowi masih jauh AOvX6laL0n jpg Foto: Dedy Afrianto/Okezone

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sore ini mengadakan acara silaturahmi dengan para teladan nasional dan pendukung hari ulang tahun ke-72 Republik Indonesia. Acara silaturahmi ini dilakukan di Istana Negara, Jakarta Pusat.

Dalam sambutnya, Jokowi menekankan tentang pentingnya berkompetisi dengan para tamu undangan. Tamu undangan yang hadir dalam kegiatan ini adalah para teladan dari berbagai sektor dan Paskibraka Nasional 2017.

Menurut Jokowi, kompetisi adalah hal yang tak perlu ditakutkan. Kompetisi pun menjadi hal yang perlu dihadapi oleh setiap lapisan masyarakat.

Baca juga: Bank Dunia Survei Peringkat Kemudahan Berbisnis, Menko Darmin Penasaran dengan Vietnam

"Itulah dunia, memang harus bersaing dan harus berkompetisi. Siapa yang muncul terbaik itulah yang dipilih. Sama, negara ini juga sama," ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (18/8/2017).

Jokowi menekankan, Indonesia sebagai negara juga tengah menjalankan kompetisi yang begitu ketat dengan negara lainnya. Untuk itu, kecepatan diperlukan demi memenangkan era kompetisi.

"Negara ini juga berkompetisi dengan negara lain. Kita harus ingat itu, jangan dipikir negara kita ini enggak bersaing dengan negara lain, bersaing, dan yang bisa bekerja dengan cepat bisa memiliki reputasi yang baik, bisa memiliki prestasi yang baik, ya itulah yang mendapatkan kepercayaan dunia internasional," ujarnya.

Jokowi sempat menyinggung tentang kompetisi Indonesia dengan negara lainnya dalam hal indeks kemudahan berbisnis atau ease of doing business index. Saat ini, posisi Indonesia telah mengalami peningkatan sebesar 15 peringkat, dari 106 menjadi peringkat 91 dalam hal kemudahan berbisnis.

Hanya saja, Jokowi menekankan bahwa capaian ini masih belum cukup. Jokowi pun ingin peringkat kemudahan berbisnis di Indonesia meningkat lebih signifikan.

Baca juga: Peringkat Kemudahan Berusaha Harus Bagus, Sri Mulyani: Bukan karena Ingin Keren!

"Bersaing dalam semua hal, misalnya kayak kemudahan berusaha, ease of doing business. Bersaing kita, dari mungkin 180-an negara ranking kita masih di angka 91. Ya ndak jelek-jelek amat tapi buat saya masih kurang, masih jauh kalau 91 rankingnya," ungkapnya.

Jokowi juga sempat menyinggung meningkatnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Hal ini diketahui melalui survei yang dirilis oleh Gallup World Poll baru-baru ini.

"Jadi kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahnya. Kita ini sekarang ini, ini surveinya Gallup World Poll, oleh OECD. Ranking kita di ranking 1. Biasanya yang pegang nomor 1 itu Swiss. Negara-negara Eropa Swiss. Ini nomor 1 Indonesia, 2-nya Swiss, 3 India, Luksemburg kemudian ke bawah ke bawah," ujarnya.

Indonesia juga bersaing dalam hal investasi. Untuk itu, saat ini kemudahan berbisnis terus menjadi perhatian utama dari pemerintah.

"Kemudian ranking untuk investasi, menariknya sebuah negara untuk investasi. Ini yang melakukan penilaian adalah United Nation Conference on Trade and Development. Ini kita berada pada ranking ke-4, ini kita sudah sangat baik, dari 8 meloncat ke-4. Itulah yang namanya kompetisi antarnegara," ujarnya.

Pada akhir sambutnya, Jokowi juga memanggil beberapa orang teladan dari sektor pertanian dan sektor perikanan. Pada sektor perikanan, Jokowi sempat berdialog dengan penggiat sektor perikanan yang fokus pada kesehatan dari Kepulauan Riau.

Baca juga: Jokowi "Rayu" Bos World Bank Naikkan Peringkat Kemudahan Berbisnis Indonesia

Jokowi juga sempat berdialog dengan penggiat sektor pertanian, khususnya ternak sapi asal Papua yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini. Peternak ini berhasil mengembangbiakan sapi indukan dari 12 sapi para 2012 menjadi 72 ekor sapi saat ini.

"Kalau satu ekor Rp15 juta berarti bapak sudah jadi miliarder," kelakar Jokowi.

Jokowi pun berencana mengunjungi peternakan ini. Jokowi berharap agar sapi ternak ini berkembang biak hingga ribuan ekor.

"Nanti kalau sudah ratusan (ekor) saya lihat di Papua," ungkapnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini