Temui Jokowi, Gereja Bethel Indonesia Minta Pembangunan Lebih Merata!

Dedy Afrianto, Jurnalis · Senin 21 Agustus 2017 15:40 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 21 320 1759923 temui-jokowi-gereja-bethel-indonesia-minta-pembangunan-lebih-merata-9PmRCsh11H.jpg Ilustrasi (Foto: Ant)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini melakukan pertemuan dengan Gereja Bethel Indonesia. Pertemuan ini berlangsung tertutup di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Ketua Sinode Gereja Bethel Indonesia Pendeta Japarlin Marbun mengatakan, pertemuan ini turut membahas tentang pembangunan infrastruktur yang tengah gencar dilakukan oleh pemerintah. Pemerintah pun diharapkan dapat melakukan pembangunan secara lebih merata.

 Baca juga: Ekonomi Daerah Perbatasan Bisa Tumbuh Didukung Pembangunan Basis Militer

"Kami dari Gereja Bethel Indonesia, bertemu dengan Bapak Presiden, secara khusus kami sampaikan pertama tentu mengucapkan selamat ulang tahun RI yang ke-72 kepada beliau, dan juga mengapresiasi pembangunan yang telah dilakukan selama ini oleh Presiden dan jajarannya yang cukup merata sampai ke daerah," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/8/2017).

Menurutnya, pembangunan saat ini telah dilakukan secara merata oleh pemerintah. Namun, pemerataan pembangunan tetap perlu menjadi perhatian dari pemerintah pada berbagai sektor.

 Baca juga: Menko Luhut: Musuh Terbesar Kita Adalah Comfort Zone

"Tentu kami juga mendukung presiden untuk melanjutkan pembangunan, supaya pembangunan makin merata lagi, khusus dalam bidang infrastruktur yang kita selama ini cukup tertinggal dengan negara lain. Jadi kami juga mendukung Preisden supaya melakukan itu, dengan demikian Indonesia bisa sejajar lah dengan bangsa-bangsa lain," ujarnya.

Gereja Bethel Indonesia juga diharapkan dapat berkontribusi bagi penekanan angka kemiskinan di Indonesia. Gereja Bethel Indonesia pun selama ini telah banyak melakukan kegiatan pada bidang sosial yang dapat dirasakan oleh masyarakat.

"Karena kami GBI tidak saja melakukan pelayanan kerohanian keagamaan tapi juga melakukan pelayana sosial di berbagai tempat, baik pendidikan kami punya berbagai sekolah sampai perguruan tinggi. Kami juga punya poliklinik dan puskesmas di berbagai tempat, dan juga kami juga punya pasukan Tagana yang selama ini sudah banyak bekerja di lapangan kalau ada bencana," tukasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini