Juli 2017, Waskita Beton Raih Kontrak Baru Rp6,3 triliun

Ulfa Arieza, Jurnalis · Selasa 22 Agustus 2017 21:26 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 22 278 1761023 juli-2017-waskita-beton-raih-kontrak-baru-rp6-3-triliun-YGLKZdFa69.jpg Ilustrasi: (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Sepanjang tujuh bulan awal di tahun 2017, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) telah meraih kontrak baru sebesar Rp6,3 triliun di Juli 2017. Selain kontrak baru, Waskita Beton memiliki carry over dari tahun lalu sebesar Rp10,2 triliun. Artinya, total kontrak yang telah dikantongi oleh perseroan sebanyak Rp16,5 triliun.

"Sampai Juli, kontrak baru dikelola sudah tercapai Rp6,3 triliun, carry over Rp10,2 triliun, sekarang jadi Rp16,5 triliun. Naik dari posisi Rp12-an triliun di tahun lalu," terang Sekretaris Perusahaan Waskita Beton Precast Ratna Ningrum di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa, (22/8/2017).

Baca Juga:

Laba Bersih Waskita Beton Meroket 93% Jadi Rp196 Miliar di Kuartal I

Waskita Beton Raih Kontrak Baru Rp4,4 Triliun di Kuartal I

Sejumlah kontrak besar yang diraih Waskita Beton, lanjut Ratna, didapatkan dari proyek jalan tol Legundi-Bunder serta proyek jalan tol Bekasi, Cawang, dan Kampung Melayu (Becakyu). 

"Selain itu, kita juga dapat proyek pembangunan LRT di Palembang senilai Rp1,5 triliun," ujarnya.

Menurut Ratna, untuk mendukung kinerja, perseroan juga telah meningkatkan kapasitas produksi menjadi 3,25 juta ton di tahun ini.  Naik dari porsi tahun lalu sebanyak 2,65 juta ton. Tidak berhenti sampai di situ, perseroan juga bakal mengembangkan pabrik di luar Jawa. 

Baca Juga:

Catat! Waskita Beton Siapkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham

"Sekarang ada 11 pabrik di Jawa dan Sumatera, memang ada rencana untuk ekspansi ke Sumatera dan Kalimantan. Sekarang lagi proses mungkin penyiapan lokasinya untuk penempatan, tanahnya sudah ada," kata dia. 

Sebagai catatan, sepanjang semester I 2017, Waskita Beton Precast berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp436,4 miliar  atau tumbuh 28% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp341 miliar. 

Peningkatan laba, ditopang oleh peningkatan pendapatan perseroan yang naik sebesar 42,8%, dari posisi Rp1,87 triliun di Juni 2016 menjadi Rp2,67 triliun periode yang sama tahun 2017. Peningkatan pendapatan disumbang dari penjualan dan jasa konstruksi.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini