Rumah DP 0% Bisa Terealisasi, Asal...

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 23 Agustus 2017 13:43 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 23 470 1761385 rumah-dp-0-bisa-terealisasi-asal-JXh6LQ7QGW.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Program rumah Down Payment (DP) 0% yang menjadi program pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih sempat menghebohkan masyarakat. Pro dan kontra pun terus menyelimuti program andalan dari Gubernur dan Wagub terpilih DKI Jakarta.

Tak sedikit masyarakat maupun pengembang yang menyatakan jika program tersebut sangat sulit terealisasi. Pasalnya dalam Undang - Undang mengatur bagaimana skema DP untuk perumahan tidak boleh melebihi dari 1%.

 Baca juga: Program Rumah DP 0 Tetap untuk Masyarakat Ekonomi Menengah dan Rendah

Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Saefullah mengatakan program DP 0% yang ditawarkan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih sangat mungkin untuk terealisasi. Hal itu dikatakan setelah dirinya melakukan diskusi bersama para pengembang terkait rumah DP 0%.

"Tadi saya diskusi kecil waktu di ruang forum situ sama beberapa pengembang, saya tanyakan bisa enggak diwujudkan. Karena kan dalam UU itu DP minimal 1%," ujarnya saat ditemui dalam acara Musyawarah Daerah Real Estate Indonesia DKI Jakarta di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Rabu (23/8/2017).

 Baca juga: Pengembang Bilang DP 0% Bukan Masalah Rumit

Akan tetapi, lanjut Saefullah, program rumah DP 0% itu bisa terealisasi dengan beberapa syarat yang harus dijalankan. Seperti harga jual rumah yang tidak boleh melebihi dari harga Rp300 jutaan.

Karena, lanjutnya, jika mengacu UU maka Pemprov DKI akan memberikan talangan untuk DP uang 1%. Sementara Pemprov DKI hanya mampu menyubsidi DP tersebut senilai Rp3 juta, sehingga rumah yang dijual harus tidak boleh lebih dari Rp300 jutaan.

 Baca juga: Banyak Peminat, Bikin Pengembang Tertarik DP Nol Rupiah

"UU bilang 1% kan minimal DP, berarti kalau harganya Ro 300 juta berarti ada Rp 3 juta dari 1% itu. Pemda bisa tutup itu dulu 3 juta kalau mau pakai pola ini," jelas Saefullah.

"Tapi 1 kalau harga Rp300 jutaan sudah dapat tanahnya karena kalau harga segitu tanahnya saja harganya Rp3 juta per meter persegi, kalau di pusat kota bahkan bisa lebih," imbuhnya.

Sehingga jika melihat hal seperti itu, syarat selanjutnya adalah rumah dengan DP 0% ini harus dibangun di pinggiran Jakarta. Karena harga jual tanah pada daerah situ masih sangat relatif murah.

Akan tetapi, jika membangun di pinggiran Jakarta tanah yang ada pada daerah tersebut tidaklah bagus. Karena tanah pada daerah pinggiran Jakarta, tanahnya relatif masih belum matang.

"Tanah Jakarta kan susah nih mana ada harga Rp 3 juta per meter persegi. Jadi alternatifnya di pinggir pinggir Jakarta ada nih. Tapi biasanya tanahnya belum matang. Kebanyakanga tanah sawah dan tanah rawa," jelasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini