Wih! Bagaikan Surga, Bisnis E-Commerce di China Tumbuh 30%

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Kamis 24 Agustus 2017 21:00 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 24 320 1762574 wih-bagaikan-surga-bisnis-e-commerce-di-china-tumbuh-30-LYMV4SkT7T.jpg Foto Inventas

JAKARTA - Saat ini masyarakat Asia lebih menghargai hidup yang praktis dan bebas dari stres dibandingkan uang dan kekayaan.

Seiring meningkatnya popularitas internet pada perangkat seluler dan keberadaan media sosial yang semakin komersil, menjadikan masyarakat mendapatkan kemudahan dalam beraktivitas, termasuk dalam berbelanja. Tak heran saat ini Asia bagaikan surga bagi pasar e-commerce.

General Manager Kantar Worldpanel Indonesia Venu Madhav menyampaikan bahwa berdasarkan data dari Kantar Worldpanel, bisnis e-commerce di negara-negara seperti China, Taiwan, dan Korea mengalami pertumbuhan lebih dari 30% dibandingkan dengan tahun lalu.

Baca Juga: Berkembang Terlalu Pesat, Kemenkeu Sulit Pajaki E-Commerce

Negara-negara tersebut memiliki proporsi pasar penjualan barang konsumen yang bergerak cepat (fast moving consumer goods atau FMCG) lewat portal e-commerce yang lebih besar dibandingkan dengan negara-negara maju seperti Amerika Serikat atau Eropa.

"Maka tak heran jika saat ini banyak merek online dan online marketplace baru semakin berkembang. Sedangkan, pasar tradisional di Asia mulai bertransformasi menjadi multi-channel retailer seperti di Thailand, Filipina, dan Indonesia," katanya seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (24/8/2017).

Baca Juga: Ingat! Pajak E-Commerce Jangan Bikin Gaduh, Bisa Mendistorsi Pasar

Indonesia menawarkan pasar e-commerce yang sangat menjanjikan, mengingat setengah dari 250 juta populasi Indonesia adalah masyarakat berumur di bawah 30 tahun yang sudah sangat fasih dengan dunia online.

Sejalan dengan berbagai tren yang terjadi seperti meningkatnya penetrasi smartphone, urbanisasi, dan peningkatan pendapatan yang siap dibelanjakan (disposable income) di kalangan masyarakat Indonesia pada tahun 2016, bisnes e-commerce diharapkan dapat memberikan performa yang lebih baik di tahun 2016.

Namun, khususnya di bidang fast moving consumer goods (FMCG), tercatat hanya sejumlah 1,9% saja rumah tangga di daerah urban Indonesia yang melakukan pembelian dan transaksi produk FMCG melalui e-commerce

Baca Juga: Temui Jack Ma, Menko Darmin Ingin Indonesia Miliki Infrastruktur Pendorong Startup

Walaupun angka penetrasi ini terbilang kecil, pertumbuhan dari rumah tangga yang melakukan belanja FMCG melalui portal online meningkat sangat pesat dari tahun ke tahun.

Direktur Komersial Kantar Worldpanel Indonesia Nadya Ardianti memaparkan bahwa transaksi FMCG di pasar e-commerce masih meningkat dengan laju pertumbuhan dua digit. Begitu pula yang terjadi di negara-negara maju yang pasarnya masih sangat ekspansif.

Meskipun begitu, para pelaku bisnis FMCG di Indonesia tetap perlu memperhatikan agar tidak meninggalkan fokusnya pada pasar offline bersamaan dengan terus mengeksplor kesempatan pada sektor e-commerce. "Hal ini dikarenakan baik channel penjualan online maupun offline memiliki peranan yang sama penting dalam menarik minat konsumen," tukasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini