Batas Gaji untuk Subsidi KPR Rumah Murah Bakal Naik Jadi Rp4,5 Juta

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 24 Agustus 2017 21:02 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 24 470 1762578 batas-gaji-untuk-subsidi-kpr-rumah-murah-bakal-naik-jadi-rp4-5-juta-ZZXP2LdsTD.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Pemerintah berencana mengubah aturan mengenai kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk meningkatkan serapan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi. Pasalnya MBR merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan rumah subsidi.

Direktur Perencanaan Pembiayaan Perumahan Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Eko Djoeli Heripoerwanto mengatakan salah satu yang akan diubah adalah syarat minimum penghasilan untuk memiliki rumah subsidi. Di mana syarat MBR yang semula berpenghasilan Rp 4 juta akan dinaikkan menjadi Rp 4,5 juta.

Baca juga: ASTAGA! 86% Konsumen Properti Sebut Proses KPR Terlalu Ruwet

"Jadi kalau MBR bisa jadi, ini contoh saja banyak yang minta MBR angkanya dinaikkan, sekarang Rp4 juta , diharapkan menjadi lebih. Karena ketentuan PTKP itu sudah Rp 4,5 juta jadi itu akan dinaikan kira-kita seperti itu," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Kamis (24/8/2017).

Selain itu lanjut Eko, pihaknya juga akan mengubah batas maksimal harga jual rumah subsidi sesuai regional daerahnya. Pihaknya juga akan memberikan harga khusus rumah subsidi kepada daerah-daerah metropolitan, yang mana harganya akan jauh lebih murah dibandingkan daerah lainnya.

Baca juga: Berminat Ajukan KPR? Cek Dulu Biaya Proses Beli Kredit Rumah Baru

"Kemudian region akan diatur kembali, kemungkinan besar ya, nanti metropolitan mendapat harga khusus. Karena selama ini metropolitan yang dapat harga rumah khusus hanya Jabodetabek, sementara metropolitan itu ada banyak seperti Surabaya, Makasar, Denpasar dan seterusnya, jadi itu barang kali supaya lebih fleksibel," jelasnya.

Menurut Eko, peraturan ini diharapkan bisa rampung dan diterapkan sebelum akhir tahun. Saat ini pembahasan mengenai aturan tersebut sedang dalam tahap mematangkan dan uji publik.

Baca juga: Hingga Pertengahan Tahun, BTN Salurkan KPR 246 Unit Rumah Subsidi

"Kita sedang godok matangkan, kita uji publik, kita berharap tahun ini bisa keluar. Tapi kita belum bisa mendahului itu," jelasnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini