nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gubernur BI ke Ketua DPR: Cadangan Devisa RI USD127 Miliar, Tertinggi Sepanjang Sejarah

ant, Jurnalis · Senin 28 Agustus 2017 22:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 08 28 20 1764946 gubernur-bi-ke-ketua-dpr-cadangan-devisa-ri-usd127-miliar-tertinggi-sepanjang-sejarah-RjkbwepFVf.jpg (Foto: Lidya/Okezone)

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menyerahkan Rencana Anggaran Tahunan BI (RATBI) 2018 kepada pemimpin legislatif di Kompleks Parlemen Senayan.

"Perencanaan 2018 sudah kami suguhkan dalam dokumen, kami harapkan nanti kalau anggaran ini bisa dibahas dan disetujui akan membuat BI bekerja dengan baik untuk menjalankan fungsi moneter, makroprudensial, sistem pembayaran, dan peredaran uang rupiah," kata Agus di Jakarta, Senin (28/8/2017).

Baca Juga: Naik USD4,67 Miliar, Cadangan Devisa Indonesia Tembus USD127,76 Miliar!

Mantan Menteri Keuangan tersebut juga sempat berbincang dengan Ketua DPR RI Setya Novanto. Dalam kesempatan audiensi tersebut, Agus melaporkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia dalam keadaan baik.

"Pertumbuhan ekonomi 5,01% di kuartal II-2017, kelihatannya sama dengan kuartal-I 2017 tetapi kalau dibandingkan dengan negara peers kita, prestasi 5,01% itu baik," ucap dia.

Kemudian, Agus juga menyampaikan bahwa nilai tukar rupiah 2017 juga menunjukkan apresiasi terhadap dolar AS.

"Kinerja rupiah nomor dua terbaik di Asia Pasifik. Dan kami juga menceritakan tentang cadangan devisa, di 2017 ini yang tertinggi mencapai USD127,8 miliar," kata Agus.

Baca Juga: Masuk Investment Grade, Cadangan Devisa RI Ditaksir Tak Melonjak Tinggi

Sementara itu, Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mengapresiasi tradisi baru dari BI yang menyampaikan secara langsung anggaran tahunan secara rutin.

Ia menilai anggaran tahunan dari BI tersebut dapat menjadi data persandingan untuk pembahasan di Komisi XI dan Badan Anggaran mengenai prospek laju pertumbuhan ekonomi di 2018.

"Sehingga persandingan data ini semakin mempertajam dalam kaitan dengan Komisi XI memberikan akurasi data yang semakin lebih riil manakala itu ditetapkan asumsi-asumsi makroekonomi," kata Taufik.

Dalam RATBI 2018, Agus mengatakan bahwa dari sisi penerimaan diperkirakan meningkat, sedangkan dari sisi pengeluaran diperkirakan lebih rendah dari prognosa 2017.

Ia juga memperkirakan terdapat surplus operasional sebesar Rp16 triliun dalam RATBI 2018.

"Yang kami jalankan adalah mandat, dan mandat dari BI adalah untuk menstabilkan nilai rupiah yang tercermin dari inflasi dan nilai tukar terhadap mata uang asing," kata Agus.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini