Lakukan Revaluasi Aset, Kemenkeu: Agar Nilai Barang Milik Negara Lebih Update

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 29 Agustus 2017 12:49 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 29 20 1765254 lakukan-revaluasi-aset-agar-nilai-barang-milik-negara-lebih-update-Doni7tBT5e.jpg Foto: Giri Hartomo/Okezone

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan melakukan Revaluasi atau penilaian kembali aset Barang Milik Negara (BMN) . Pasalnya saat ini nilai aset akan terus berkembang seiring tumbuhnya ekonomi, apalagi penghitungan aset BMN terakhir kali dilakukan pada 10 tahun lalu.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata mengatakan, penilaian kembali BMN diharapkan dapat menghasilkan nilai BMN yang update, database BMN yang lebih baik guna kepentingan pengelolaan BMN mendatang. Selain itu, Revaluasi juga diharapkan mampu mengindentifikasi aset idle guna dioptimalkan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat dan mampu mendorong penggunaan BMN sebagai underlying asset penerbitan SBSN atau sukuk secara lebih efisien.

"Semoga pemanfaatan BMN sebagai underlying asset akan lebih efisien juga," ujarnya dalam acara peluncuran Program Revaluasi BMN, di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (29/8/2017).

Baca juga: Aset Negara Capai Rp2.188 Triliun, Sri Mulyani Isyaratkan Hitung Ulang

Demi kelancaran pelaksanaan penilaian kembali BMN lanjut Isa, Menteri/Pimpinan Lembaga selaku pengguna barang bertanggung jawab untuk menyiapkan data awal dan dokumen pendukung yang diperlukan untuj melakukan inventarisasi BMN. Setelah itu barulah melaksanakan tindak lanjut hasil revaluasi BMN termasuk updating nilai BMN di dalam laporan keuangan atau pemanfaatan aset idle serta melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan revaluasi BMN dalam lingkup Kementerian Negara/Lembaga yang bersangkutan.

Selain itu, Isa juga menekankan jika pelaksanaan program bersekala nasional ini harus dilakukan bersama-sama demi mewujudkan nilai untuk negeri agar Indonesia menjadi lebih hebat. Sehingga dirinya mengharapkan dukungan dari seluruh pihak terkait agar penilaian kembali atau Revaluasi ini bisa dilakukan lebih akuntable dan diselesaikan tepat waktu.

Baca juga: 32 Daerah Dapat Hibah Aset Negara Rp141,7 Miliar

"Penilaian BMN adalah pekerjaan bersama, dan juga harus melalui beberapa tahapan. Mulai dari penyiapan data awal inventarisasi penilaian BMN, penyusunan pelaporan tindak lanjut hasil inventarisasi, hingga pelaksanaan pelaporan pelaksanaan," jelasnya

Program berskala nasional ini juga akan berlangsung selama dua tahun yakni tahun 2017 dan 2018 dengan melibatkan 313 tim penilai atau sekira 900 pegawai. Dalam kurun waktu tersebut pemerintah akan melakukan penilaian terhadap 934.409 item BMN yang berupa 108.525 bidang tanah, 444.801 item gedung dan bangunan serta 391.075 item jalan, irigasi dan jaringan yang diperoleh sampai 31 Desember 2016.

Baca juga: Barang Milik Negara Bisa Digunakan Sampai 50 Tahun

"Pelaksanaan revaluasi akan dilakukan 2 tahun sampai 2018, sebelumnya telah dilakukan beberapa persiapan, termasuk konsulasi kemenkeu dengan KSAP dan BPK mengenai standar dan objek penilaian kembali. Pemerintah juga menyiapkan Perppu dan Perpres untuk memenuhi ketentuan peraturan pemerintah. Jadi ada dua PP," jelas Isa

"Selain itu kami siapkan PMK yg akan menjadi acuan. kegiatan mencakup pula koordinasi dengan kementerian dan lembaga, satuan kerja. kami akan melakukan pelatihan teknis untuk petugas yang akan menindaklanjuti hasil penilaian tersebut," imbuhnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini