nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemendag Tetapkan BK CPO September di Angka USD697/Metrik Ton

ant, Jurnalis · Rabu 30 Agustus 2017 21:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 08 30 320 1766470 kemendag-tetapkan-bk-cpo-september-di-angka-usd697-metrik-ton-m4Pi8KFT9g.jpg Ilustrasi CPO. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menetapkan harga referensi produk crude palm oil (CPO) untuk penetapan Bea Keluar (BK) periode September 2017 sebesar USD697,26 per metrik ton yang mengalami penurunan sebesar 0,06% dari bulan sebelumnya yang sebesar USD697,65 per mt.

"Harga referensi CPO sedikt melemah bulan ini dan tetap berada pada level di bawah USD750. Untuk itu, pemerintah kembali mengenakan BK sebesar USD0 per mt untuk periode September 2017," kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan, dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (30/8/2017).

Penetapan tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 59/M-DAG/PER/8/2017 tentang Penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) atas Produk Pertanian dan Kehutanan yang Dikenakan Bea Keluar.

BK CPO untuk September 2017 tercantum pada Kolom 1 Lampiran II Huruf C Peraturan Menteri Keuangan No.13/PMK.010/2017 sebesar USD0 per mt. Nilai tersebut sama dengan BK CPO pada periode Agustus 2017.

Sementara itu, harga referensi biji kakao pada September 2017 mengalami penguatan sebesar USD92,07 atau 4,88% dari USD1.886,39 per mt menjadi USD1.978,46 per mt.

Hal tersebut berdampak pada penetapan HPE biji kakao yang juga menguat sebesar USD90 atau 5,88% dari USD1.614 per mt pada periode bulan sebelumnya menjadi USD1.704 per mt pada September 2017.

Penguatan harga referensi dan HPE biji kakao disebabkan menguatnya harga internasional. Penguatan tersebut tidak mengubah BK biji kakao yang tetap nol%. Hal tersebut tercantum pada kolom 1 Lampiran II Huruf B Peraturan Menteri Keuangan No.13/PMK.010/2017.

Untuk HPE dan BK komoditas produk kayu dan produk kulit tidak ada perubahan dari periode bulan sebelumnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini