Image

Makna Berkurban bagi Sri Mulyani: Selalu Ingat Allah SWT dengan Jabatan Ini

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 04 September 2017, 10:34 WIB
https img z okeinfo net content 2017 09 04 320 1768746 makna berkurban bagi sri mulyani selalu ingat allah swt dengan jabatan ini e3fZoDpfOI jpg Foto: Sri Mulyani Kurbankan Sapi (Giri/Okezone)

JAKARTA - Kementerian Keuangan menggelar acara penyembelihan hewan kurban di Kantornya. Adapun Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sendiri menyumbangkan satu sapi jenis Brahman berwarna putih berukuran 780 Kilogram.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, selain sebagai momen berbagi dalam peringatan Idul Adha 1438 H, tapi juga dijadikan momentum bagi dirinya untuk selalu mengingat Allah SWT. Dengan selalu mengingat Allah, maka dirinya bisa dengan leluasa dan tenang menjalankan amanah yang dititipkan kepadanya.

"Buat saya ini (kurban) selalu mengingatkan saya (kepada Allah) apalagi kalau memilih karier sebagai pejabat publik," ujar Sri Mulyani dalam acara penyembelihan hewan kurban di Lingkungan Kantor Kementerian Keuangan,Jakarta, Senin (4/9/2017).

Baca Juga: Kurban Sapi Berbobot 780 Kg, Sri Mulyani: Kalau Naik Haji Butuh Biaya Tak Sedikit

Selain itu lanjut Sri Mulyani, momen berkurban juga menjadi semangat baru untuk menyegarkan diri untuk bekerja. Karena seiring perjalanan waktu, seringkali ada kejenuhan dalam pekerja.

"Pesan untuk selalu mampu dan mau berkorban adalah spirit semangat luar biasa yang tepat untuk amanah yang diberikan kekita. Ini menyegarkan kembali niat kita untuk bekerja," jelasnya.

Baca Juga: Alhamdulillah, Mentan Sebut Kualitas Hewan Kurban Setiap Tahun Membaik

Apalagi lanjut Sri Mulyani, semangat dan kewajiban dalam berkurban sudah ada dan dijelaskan dalam kitab suci Alquran. Yang mana dalam Alquran, diceritakan mengenai bagaimana spirit dan perjuangan seorang Nabi Ibrahim AS.

"Cerita mengenai kurban di semua kitab ada. Di dalamnya berbicara Nabi Ibrahim sebagai umat manusia yang diperintahi Allah SWT untuk menyembelih. Itu cara kita percaya kepada eksistensi Tuhan, kita bersedia berkurban. Itulah pengorbanan yang dilakukan mengenai sikap mental untuk mempercayai itu," jelasnya

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini