Image

OJK dan KSEI Wajibkan Penggunaan Sistem Pengelolaan Investasi Terpadu Tahap Lanjutan

Ulfa Arieza, Jurnalis · Selasa 05 September 2017, 09:50 WIB
https img okeinfo net content 2017 09 05 278 1769446 ojk dan ksei wajibkan penggunaan sistem pengelolaan investasi terpadu tahap lanjutan HAEzCGDqZI jpg Foto: Ulfa/Okezone

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) meresmikan kewajiban penggunaan layanan Sistem Pengelolaan Investasi Terpadu (S-INVEST) untuk kegiatan Transaksi Aset Dasar. Hal ini diatur dalam Peraturan OJK (POJK) Nomor 28/POJK.O4/2016 tentang Sistem Pengelolaan Investasi Terpadu.

Efektif berlakunya kewajiban tersebut merupakan tahap lanjutan atas kewajiban penggunaan modul Order Routing S-INVEST untuk Transaksi Produk Investasi. Produk ini  meliputi aktivitas penjualan, pembelian kembali atau pelunasan, pengalihan investasi, dan pembagian manfaat ekonomis produk investasi yang telah berlaku sejak tanggal 31 Agustus 2016. 

Baca Juga: Waduh, Rudal Korut Bikin Investor Keluar Pasar Saham!

Sedangkan pada tahap lanjutan, Pengguna S-INVEST wajib menggunakan modul Post Trade Prosessing (PTP) untuk setiap kegiatan Transaksi Aset Dasar terhitung sejak tanggal 31 Agustus 2017. 

Direktur KSEI Syafruddin menyatakan, dengan berlakunya kewajiban penggunaan S-INVEST untuk Transaksi Aset Dasar maka alur bisnis industri pengelolaan investasi diharapkan dapat semakin terintegrasi. 

"Modul Order Routing maupun modul PTP dalam S-INVEST dibangun untuk mewujudkan mekanisme pasar yang terpusat dan terintegrasi sehingga dapat berjalan secara efektif dan efisien. Modul S-INVEST dikembangkan selain sesuai dengan kebutuhan industri serta target yang telah ditetapkan OJK," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa (5/9/2017). 

Baca Juga: Di Tengah Tekanan Rudal Korut, Instrumen Surat Utang Paling Aman?

Syafruddin menambahkan, cakupan layanan S-INVEST untuk kegiatan Transaksi Aset Dasar sebagaimana yang dimaksud pada POJK Nomor 28/POJK.04/2016. Dalam POJK tersebut, maka kegiatan ini meliputi investasi dan divestasi aset yang menjadi dasar produk investasi, alokasi, proses pemasangan dan pencocokan instruksi penyelesaian transaksi efek, konfirmasi transaksi dan instruksi penyelesaian.

Untuk dapat menggunakan modul PTP ini, Pengguna S-INVEST juga harus sudah menandatangani perjanjian dengan KSEI. Penerapan S-INVEST di tahun 2016 lalu merupakan salah satu tonggak sejarah di pasar modal Indonesia, karena untuk pertama kalinya industri pasar modal tanah air memiliki sistem terpadu untuk industri pengelolaan investasi. 

Baca Juga: Rudal Korut Meluncur, Aksi Jual Saham Dikhawatirkan Tak Terbendung

Adanya sistem terpadu tersebut juga membantu regulator pasar modal untuk melakukan pengawasan, terlebih lagi data investor pasar modal semakin terkonsolidasi di KSEI.

Berdasarkan data KSEI, per Agustus 2017 jumlah Single Investor Identification (SID) telah mencapai 1.042.783 SID atau meningkat 33% dari tahun sebelumnya yang berjumlah 782.511 SID. Dari jumlah tersebut. sebanyak 563.729 investor memiliki produksi investasi yang tercatat di S-INVEST.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini