nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Di Tengah Ketegangan Bom Korut, Wall Street Naik Terkerek Saham Sektor Energi

Fakhri Rezy, Jurnalis · Rabu 06 September 2017 22:24 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 09 06 278 1770804 di-tengah-ketegangan-bom-korut-wall-street-naik-terkerek-saham-sektor-energi-OpeKMwMrzV.jpg Ilustrasi: (Foto: Reuters)

NEW YORK - Wall Street dibuka menguat pada hari Rabu, didorong oleh kenaikan saham energi dan keuangan. Akan tetapi, investor tetap berhati-hati di tengah ketegangan di semenanjung Korea dan kekhawatiran bahwa Badai Irma bisa melanda Amerika Serikat.

Kenaikan Exxon (XOM.N) 1,56% merupakan dorongan terbesar pada S & P. Sementara Goldman Sachs (GS.N) dan Home Depot's (HD.N) meningkat lebih dari 1% mendongkrak Dow Jones.

 Baca juga: Investor Masih Panik karena Rudal Korea, Wall Street Berakhir Turun Tajam

"Saya pikir itu (Korea Utara) masih akan menjadi faktor dengan sedikit kegugupan di luar sana. Kami juga memiliki badai lain menuju Florida, "kata Scott Brown, kepala ekonom Raymond James di St. Petersburg, Florida melansir laman Reuters, New York, Rabu (6/9/2017).

Korea Utara melakukan uji coba nuklirnya yang paling kuat namun pada hari Minggu, memicu eskalasi dramatis dari penonaktifannya dengan Amerika Serikat yang mendorong investor menuju aset safe haven.

 Baca juga: Wall Street Respons Positif Pelambatan Inflasi Amerika

Juga yang menjadi pertimbangan investor adalah Badai Irma, yang dalam perjalanan menuju kemungkinan pendaratan Florida pada akhir pekan.

Dow Jones Industrial Average naik 65,91 poin atau 0,3% pada 21.819,22 dan S & P 500 naik 5,84 poin atau 0,24% pada 2.463,69. Nasdaq Composite .IXIC naik 10.73 poin atau 0,17% pada 6.386,30.

 Baca juga: Pasca-Rudal Korea Utara, Wall Street Dibuka Tak Banyak Bergerak

11 Indeks utama S&P 500 dibuka menguat, didongkrak kenaikan indeks energi 0,67%.

Harga minyak naik pada hari Rabu karena margin penyulutan global yang kuat dan pembukaan kembali kilang Pantai Teluk AS memberikan pandangan yang lebih bullish setelah penurunan tajam karena Storm Harvey. Saham OPSI juga naik 0,55%, sehari setelah mereka menderita jatuhnya satu hari terbesar mereka sejak pertengahan Mei.

Tiga pembuat kebijakan Fed pada hari Selasa menyatakan keraguan tentang kenaikan suku bunga lebih lanjut, dengan satu pembuat kebijakan berpengaruh meminta penundaan dalam menaikkan suku bunga A.S. sampai Fed yakin inflasi akan pulih.

Data menunjukkan defisit perdagangan A.S. meningkat kurang dari yang diperkirakan pada bulan Juli karena kedua ekspor dan impor turun, menunjukkan bahwa perdagangan dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga.

Newell Brands (NWL.N) turun lebih dari 4% setelah perusahaan tersebut memangkas prospek laba untuk 2017.

Sarepta Therapeutics (SRPT.O) naik sekitar 12% setelah obatnya merawat pasien dengan bentuk Duchenne Muscular Dystrophy memenuhi tujuan utama dalam sebuah studi tahap awal.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini