BPTJ: Transjabodetabek Sasar Penumpang Kelas Ekonomi Atas

ant, Jurnalis · Kamis 07 September 2017 12:09 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 07 320 1771065 bptj-transjabodetabek-sasar-penumpang-kelas-ekonomi-atas-8UfYxrHJcG.jpg (Foto: BPTJ)

BEKASI - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) tengah menyasar masyarakat berpenghasilan menengah ke atas untuk berpindah dari kendaran pribadi kepada angkutan umum massal melalui operasional Bus Premium Transjabodetabek.

"Tarifnya memang relatif lebih mahal dari bus reguler lain, sebab target bus premium ini adalah masyarakat berpenghasilan menengah ke atas," kata Kepala BPTJ Bambang Prihantono di Bekasi, Kamis (7/9/2017).

Bus premium tersebut rencananya akan dibanderol tiket perjalanan Rp20 ribu per penumpang untuk trayek Bekasi-Senayan berikut fasilitas bus berupa free wi-fi, reclining seat, seat belt, charger hingga pengawalan khusus vooridjer Kementerian Perhubungan.

Baca juga:

'Janji Manis' Organda: Tingkatkan Kualitas Angkutan Jalan Raya

Keren! Angkot Ber-AC di Bekasi Mulai Diberlakukan Secara Bertahap


Hal itu dikatakan Bambang usai melepas tiga unit Bus Premium Transjabodetabek Bekasi-Senayan di halaman Mega Bekasi Hypermal dalam agenda uji coba lanjutan menuju Plaza Senayan, Jakarta. "Namun selama masa uji coba lanjutan pada 7-20 September 2017, kami diskon menjadi Rp15.000 per penumpang," katanya.

Dikatakan Bambang, kebijakan Transjabodetabek merupakan rangkaian dari program pihaknya dalam memindahkan pengendara pribadi kepada angkutan umum massal yang nyaman, aman dan tepat waktu. Pihaknya mencatat, jumlah penumpang yang telah terangkut melalui angkutan umum massal saat ini baru berkisar 60 persen.

"Sekarang kita mau meningkatkan lagi menjadi 80 persen dengan adanya Transjabodetabek, Light Rapid Transit dan Mass Rapid Transit (MRT," katanya.

Baca juga:

Keren! Angkot Ber-AC di Bekasi Mulai Diberlakukan Secara Bertahap

Organda: Angkot Sekarang Tidak Cocok Dipasangi AC


Bambang mengungkapkan, situasi lalu lintas di kawasan Jakarta dan sejumlah daerah terdekat lainnya sudah berkategori darurat, akibat faktor kemacetan yang kerap menyergap pengguna jalan.

"Kapasitas jalan eksisting saat ini sudah terlampaui volume kendaraan, kalau terus dibiarkan bisa terjadi kemacetan. Makanya kita buat suatu terobosan pengguna mobil pribadi pindah ke angkutan umum massal," katanya.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini