nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bahaya Gesek Kartu Kredit di Mesin Kasir, Asosiasi Belum Terima Laporan dari Nasabah

Ulfa Arieza, Jurnalis · Jum'at 08 September 2017 15:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 09 08 320 1771966 bahaya-gesek-kartu-kredit-di-mesin-kasir-asosiasi-belum-terima-laporan-dari-nasabah-N4z3GPK6Jc.jpg Ilustrasi: (Foto: Reuters)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melarang dilakukannya penggesekan ganda (double swipe) dalam transaksi nontunai. Pelarangan penggesekan ganda tersebut bertujuan untuk melindungi masyarakat dari pencurian data dan informasi kartu.

Ketegasan bank sentral ini menyusul banyaknya oknum yang melakukan jual beli data nasabah. Praktek ini tentunya merugikan nasabah lantaran data transaksinya disebarluaskan. 

Namun demikian, General Manager Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) Steve Marta mengaku belum ada keluhan yang disampaikan kepada pihaknya atas aksi tersebut. 

Baca Juga: Gawat! Walau Berbahaya, Gesek Kartu Kredit di Mesin Kasir Masih Marak

"Sejauh ini AKKI belum menerima pengaduan mengenai double swipe karena AKKI memang tidak secara langsung membuka Channel untuk pengaduan nasabah," ujarnya saat dihubungi Okezone.

Namun, dengan maraknya praktek jual beli data nasabah, maka Steve memandang perlu adanya peningkatan pengawasan dari pihak terkait. Dalam hal ini, bank penerbit kartu kredit memiliki tanggung jawab untuk menerima pengaduan dari nasabah apabila ada kejadian penyalahgunaan double swipe

Baca Juga: Jangan Anggap Remeh! Ini Bahayanya Kalau Kartu Kredit Digesek ke Mesin Kasir

"Pengaduan nasabah dapat di sampaikan langsung ke bank di mana kartu diterbitkan," kata dia. 

Sekadar informasi, Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa penggesekan kartu kredit hanya dilakukan pada mesin Electronic Data Capture (EDC). Nasabah, tidak diperkenankan untuk melakukan penggesekan di mesin kasir saat berbelanja.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini